Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga akhir tahun 2025, sebanyak 1162 Desa dan Kelurahan di Kalimantan Tengah telah tercakup jaringan sinyal 4G LTE. Selama periode pengamatan 2018 hingga 2025, cakupan sinyal wilayah ini menunjukkan tren naik konsisten tanpa pernah mengalami penurunan sama sekali. Nilai cakupan pada akhir 2025 merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan, meningkat sebanyak 71 desa dibandingkan tahun 2024 dengan pertumbuhan 6,51 persen.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$17.780 /Ton (Jumat, 19 Juni 2026))
Sepanjang periode pencatatan, kenaikan tahunan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan penambahan sebesar 456 desa dan pertumbuhan mencapai 71,81 persen, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2025. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 31,83 persen per tahun, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 73,76 persen per tahun. Secara kumulatif, cakupan sinyal 4G Kalimantan Tengah meningkat 893,16 persen sejak pertama kali dicatat pada tahun 2018.
Dalam wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah menempati peringkat 3 cakupan sinyal 4G pada tahun 2025, mempertahankan posisi yang sama sejak tahun 2024 setelah sebelumnya bertahan di peringkat 4 selama 4 tahun berturut-turut. Pada skala nasional, provinsi ini berada di peringkat 20 dari seluruh provinsi di Indonesia, mengalami peningkatan peringkat sebanyak 2 tingkat dibandingkan tahun 2024 dan naik 12 peringkat sejak tahun 2018. Posisi nilai cakupan tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata nilai periode pencatatan.
Jambi
Jambi menempati peringkat 6 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 17 nasional untuk cakupan sinyal 4G pada tahun 2025, dengan total 1431 desa dan kelurahan tercover jaringan. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,85 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 26 desa dibandingkan periode sebelumnya. Nilai cakupan Jambi tercatat lebih tinggi 269 desa dibandingkan Kalimantan Tengah, dengan laju pertumbuhan tahunan yang jauh lebih lambat dibandingkan rata-rata pertumbuhan Kalimantan Tengah 3 tahun terakhir.
Bengkulu
Bengkulu berada di posisi peringkat 7 Pulau Sumatera dan peringkat 18 secara nasional, dengan total 1382 desa dan kelurahan yang telah mendapatkan akses sinyal 4G LTE pada akhir 2025. Pertumbuhan cakupan di provinsi ini tercatat 2,52 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan 34 wilayah administratif. Nilai cakupan Bengkulu berada 220 desa di atas angka Kalimantan Tengah, namun laju pertumbuhan tahunannya hanya sekitar 13 persen dari rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Kalimantan Tengah.
Sumatera Barat
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 267,8 Pound (Kamis, 18 Juni 2026))
Sumatera Barat menempati urutan 8 di Pulau Sumatera dan peringkat 19 nasional, mencatat 1204 desa dan kelurahan tercover sinyal 4G pada tahun 2025. Provinsi ini hanya mencatat pertumbuhan 0,84 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 10 wilayah. Angka cakupan Sumatera Barat hanya lebih tinggi 42 desa dibandingkan Kalimantan Tengah, dengan laju pertumbuhan tahunan yang merupakan yang terendah diantara seluruh provinsi yang dibandingkan dalam data ini.
Maluku
Maluku menempati posisi pertama terbaik di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 21 secara nasional, dengan total 1141 desa dan kelurahan tercakup jaringan 4G pada akhir 2025. Pertumbuhan cakupan di provinsi ini tercatat 1,06 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan 12 wilayah administratif. Nilai cakupan Maluku tercatat 21 desa lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, menempatkan Kalimantan Tengah satu peringkat di atas Maluku pada daftar peringkat nasional tahun 2025.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat berada di peringkat 2 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 22 nasional, dengan total 1139 desa dan kelurahan yang telah tercover sinyal 4G LTE tahun 2025. Pertumbuhan cakupan di wilayah ini tercatat 1,52 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan 17 desa. Angka cakupan Nusa Tenggara Barat berada 23 desa di bawah nilai Kalimantan Tengah, dengan laju pertumbuhan tahunan yang kurang dari seperlima rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Kalimantan Tengah.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati posisi kedua terbaik di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 23 secara nasional, dengan total 1012 desa dan kelurahan tercakup jaringan 4G pada akhir tahun 2025. Pertumbuhan cakupan di provinsi ini tercatat 1,4 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 14 wilayah administratif. Nilai cakupan Maluku Utara tercatat 150 desa lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, menjadikannya provinsi dengan nilai cakupan terendah diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan.