Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perusahaan konstruksi skala menengah di Provinsi Sumatera Selatan pada akhir tahun 2025 mencapai 653 perusahaan. Sepanjang periode data 2007 hingga 2025, jumlah entitas usaha sektor ini menunjukkan tren kenaikan jangka panjang dengan pertumbuhan gabungan tahunan sebesar 4,4 persen. Pada tahun 2025 terjadi penurunan sebesar 15,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 119 perusahaan dari posisi tahun 2024.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHK Sektor Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya di Jawa Timur)
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir di Sumatera Selatan tercatat minus 8,99 persen, kondisi ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang masih tercatat positif sebesar 0,56 persen. Selama 19 tahun periode pencatatan, kenaikan tertinggi pernah terjadi pada tahun 2011 dengan pertumbuhan 1239,68 persen, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar minus 86,17 persen. Jumlah perusahaan konstruksi menengah tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2021 dengan 955 perusahaan.
Posisi ranking Sumatera Selatan di lingkup Pulau Sumatera secara konsisten berada di peringkat 3 sejak tahun 2012 hingga 2025, tanpa terjadi perubahan posisi selama 13 tahun berturut-turut. Di tingkat nasional, provinsi ini berada di peringkat 10 Indonesia pada tahun 2025, naik satu peringkat dari posisi tahun sebelumnya yang berada di urutan 11. Nilai jumlah perusahaan di Sumatera Selatan tahun 2025 tercatat berada di bawah rata-rata seluruh periode sebesar 666 perusahaan.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati urutan pertama di wilayah Pulau Sumatera untuk jumlah perusahaan konstruksi skala menengah pada tahun terbaru, dengan total 795 perusahaan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan minus 5,92 persen pada tahun terakhir, penurunan ini lebih sedikit dibandingkan penurunan yang dialami Sumatera Selatan. Secara nasional Sumatera Utara berada di peringkat 8 Indonesia, dua peringkat lebih tinggi dibandingkan posisi Sumatera Selatan. Besar selisih penurunan jumlah perusahaan di wilayah ini tercatat sebesar 50 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya.
Riau
Riau menempati posisi kedua di Pulau Sumatera dengan total 758 perusahaan konstruksi skala menengah pada tahun pencatatan terakhir. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat minus 10,3 persen, dengan pengurangan sebanyak 87 perusahaan dari tahun sebelumnya. Secara nasional Riau berada di peringkat 9 Indonesia, satu peringkat tepat di atas posisi Sumatera Selatan. Nilai jumlah perusahaan di Riau masih lebih tinggi sebanyak 105 perusahaan dibandingkan jumlah yang tercatat di Sumatera Selatan pada tahun 2025.
(Baca: 13,51% Penduduk di Kabupaten Parigi Moutong Masuk Kategori Miskin)
Aceh
Aceh berada di urutan keempat di wilayah Pulau Sumatera dengan total 510 perusahaan konstruksi skala menengah pada tahun terakhir. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 17,61 persen atau berkurang 109 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan ini lebih besar dibandingkan penurunan yang dialami Sumatera Selatan. Secara nasional Aceh tercatat berada di peringkat 11 Indonesia, satu peringkat dibawah posisi Sumatera Selatan. Nilai jumlah perusahaan di Aceh lebih rendah sebanyak 143 perusahaan dari nilai Sumatera Selatan tahun 2025.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati posisi kelima di wilayah Pulau Sumatera dengan total 365 perusahaan konstruksi skala menengah pada tahun terbaru. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan minus 13,51 persen pada tahun terakhir, dengan pengurangan sebanyak 57 perusahaan dibandingkan periode sebelumnya. Secara nasional Kepulauan Riau berada di peringkat 13 Indonesia, tiga peringkat dibawah posisi Sumatera Selatan. Nilai jumlah perusahaan di wilayah ini hampir setengah dari jumlah perusahaan yang tercatat di Sumatera Selatan pada tahun 2025.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur berada di urutan pertama nasional untuk kelompok perbandingan ini dengan total 1085 perusahaan konstruksi skala menengah pada tahun terakhir. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 7,82 persen atau berkurang 92 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah perusahaan di Kalimantan Timur hampir dua kali lipat jumlah yang tercatat di Sumatera Selatan pada tahun 2025. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 7 Indonesia, tiga peringkat lebih tinggi dibandingkan posisi Sumatera Selatan.
Papua
Papua mencatatkan jumlah 436 perusahaan konstruksi skala menengah pada tahun pencatatan terakhir, menempati urutan pertama di wilayah Pulau Papua. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 16,79 persen atau berkurang 88 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Papua berada di peringkat 12 Indonesia, dua peringkat dibawah posisi Sumatera Selatan. Nilai jumlah perusahaan di wilayah ini lebih rendah 217 perusahaan dibandingkan jumlah yang tercatat di Sumatera Selatan pada tahun 2025.