Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah minimarket dan swalayan di Provinsi Sulawesi Barat pada akhir tahun 2025 mencapai 158 unit. Sepanjang periode pencatatan sejak 2014, jumlah gerai ritel modern ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan mencapai 295 persen, atau tumbuh rata-rata 25,73 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2025 terjadi penambahan sebanyak 17 unit dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laju pertumbuhan sebesar 12,06 persen.
(Baca: Siang Hari, Harga CPO Diperdagangkan MYR 4.677 per Ton)
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Sulawesi Barat berada pada angka 28,30 persen, angka ini tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 19,56 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2024, dimana terjadi penambahan 57 unit minimarket atau tumbuh 67,86 persen. Satu-satunya periode penurunan hanya terjadi pada tahun 2019, dimana jumlah gerai berkurang sedikit sebanyak 1 unit atau turun 1,41 persen dari tahun sebelumnya.
Sepanjang seluruh periode pencatatan, peringkat Sulawesi Barat untuk jumlah minimarket di lingkup Pulau Sulawesi tetap konsisten berada di urutan ke 6. Untuk peringkat nasional juga secara bertahan di urutan terbawah, yakni pada tahun 2025 menduduki peringkat 35 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai jumlah gerai pada tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode yang sebesar 92 unit.
Papua
Provinsi Papua menduduki peringkat pertama wilayah Pulau Papua untuk jumlah minimarket pada periode terakhir dengan total 276 unit. Wilayah ini hanya mencatat pertumbuhan sedikit sebesar 0,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya, hanya bertambah 1 unit gerai baru. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 32 secara nasional, nilai jumlah gerai ini menjadi satu-satunya wilayah di kelompok Papua yang memiliki jumlah minimarket di atas angka 250 unit, terpaut jauh dibandingkan wilayah urutan kedua dibawahnya.
Papua Barat Daya
Pada urutan kedua Pulau Papua terdapat Provinsi Papua Barat Daya dengan jumlah minimarket tercatat 203 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 14,69 persen dengan penambahan 26 unit gerai dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 33 seluruh Indonesia, laju pertumbuhan wilayah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan peringkat pertama di pulau yang hanya tumbuh lebih dari 14 persen poin.
Papua Selatan
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Mamuju Utara 2025: Penurunan Jadi Rp1,47 Juta per Bulan)
Provinsi Papua Selatan menduduki urutan ketiga wilayah Pulau Papua dengan jumlah minimarket tercatat 195 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan tertinggi di seluruh kelompok pulau Papua yakni sebesar 44,44 persen dengan penambahan sebanyak 60 unit gerai baru. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 34 seluruh Indonesia, laju pertumbuhan wilayah ini tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan peringkat kedua di pulau yang sama.
Papua Barat
Urutan keempat di Pulau Papua ditempati Provinsi Papua Barat dengan jumlah minimarket tercatat 149 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 24,17 persen dengan penambahan sebanyak 29 unit gerai dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 36 seluruh Indonesia, jumlah gerai wilayah ini terpaut hampir 50 unit dibandingkan peringkat ketiga pada pulau yang sama.
Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah berada di urutan kelima wilayah Pulau Papua dengan jumlah minimarket tercatat 62 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 14,81 persen dengan penambahan sebanyak 8 unit gerai dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 37 seluruh Indonesia, jumlah gerai wilayah ini kurang dari separuh jumlah gerai yang dimiliki peringkat keempat di pulau yang sama.
Papua Pegunungan
Urutan terakhir wilayah Pulau Papua ditempati Provinsi Papua Pegunungan dengan jumlah minimarket tercatat 21 unit. Wilayah ini menjadi satu-satunya wilayah di kelompok ini yang mengalami penurunan, yakni sebesar 8,7 persen atau berkurang 2 unit gerai dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 38 seluruh Indonesia, menjadi provinsi dengan jumlah minimarket paling sedikit seluruh Indonesia pada periode tercatat.