Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase desa tanpa sinyal telepon di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara berada di angka 5,56 Persen pada akhir tahun 2025. Catatan historis sejak 2018 menunjukkan nilai ini sempat stagnan di angka 4,4 Persen selama tiga tahun berturut-turut, sebelum mengalami lonjakan sebesar 50 Persen pada tahun 2024 menjadi 6,67 Persen yang menjadi nilai tertinggi sepanjang periode data. Pada 2025 terjadi penurunan sedikit sebesar 16,67 Persen dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Provinsi dengan Laju Pertumbuhan Penduduk Tertinggi di Indonesia (2026))
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 11,5 Persen per tahun, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 6,9 Persen. Hal menunjukkan peningkatan jumlah desa tanpa sinyal justru terjadi lebih cepat dalam tiga tahun terakhir. Secara tren keseluruhan sejak 2018, data menunjukkan tren naik dengan total perubahan sebesar 26,36 Persen selama 7 tahun periode pengamatan. Nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata keseluruhan periode.
Pada tahun 2025, Kabupaten Buton Utara menempati peringkat ke 4 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Sulawesi, dan peringkat 45 secara nasional. Lima tahun sebelumnya daerah ini berada di peringkat 34 di tingkat pulau dan 151 secara nasional. Artinya selama periode 5 tahun terakhir, posisi wilayah ini mengalami penurunan peringkat secara signifikan, yang menunjukkan semakin banyak wilayah lain yang berhasil menekan angka desa tanpa sinyal dibandingkan Buton Utara.
Kenaikan tertinggi sepanjang catatan data terjadi pada tahun 2024 dengan lonjakan 50 persen, sedangkan penurunan pertama dan satu-satunya tercatat pada tahun 2025. Selama 6 tahun periode pengamatan, terdapat 2 periode kenaikan, 1 periode penurunan dan 2 periode nilai yang stagnan tidak berubah sama sekali. Nilai terendah tercatat secara berturut-turut dari tahun 2018 hingga 2020 pada angka 4,4 Persen.
Kabupaten Landak
Kabupaten Landak Kalimantan menempati peringkat 42 secara nasional dan peringkat 6 di tingkat pulau untuk tahun 2025, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 5,77 Persen. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 50 Persen dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 1,92 poin persentase. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibanding catatan Buton Utara, menempatkan Landak satu peringkat di atas Buton Utara dalam daftar nasional. Wilayah ini juga mencatat tidak ada perubahan nilai pada tahun sebelum kenaikan yang terjadi di tahun terakhir.
Kabupaten Pakpak Bharat
Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera tercatat memiliki nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 5,77 Persen pada tahun 2025, sama persis dengan catatan Kabupaten Landak. Wilayah ini menempati peringkat 42 secara nasional, sejajar dengan Landak, dan peringkat 5 di tingkat Pulau Sumatera. Selama satu tahun terakhir tidak terjadi perubahan nilai sama sekali pada indikator ini, dengan pertumbuhan 0 Persen. Posisi peringkat wilayah ini dua tingkat di atas Kabupaten Buton Utara dalam daftar nasional seluruh Indonesia.
Kabupaten Katingan
(Baca: Jumlah Bank Umum Perkreditan Rakyat di Kalimantan Tengah | 2025)
Kabupaten Katingan Kalimantan mencatat persentase desa tanpa sinyal sebesar 5,59 Persen pada tahun 2025, angka ini hanya berbeda sangat sedikit dibanding nilai Kabupaten Buton Utara. Wilayah ini menempati peringkat 44 secara nasional, tepat satu peringkat di atas Buton Utara, dan peringkat 7 di tingkat Pulau Kalimantan. Tercatat terjadi kenaikan sebesar 28,57 Persen dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 1,24 poin persentase. Angka pertumbuhan ini berada di bawah lonjakan yang terjadi di Kabupaten Landak pada periode yang sama.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom Papua menempati peringkat 46 secara nasional, satu peringkat di bawah Kabupaten Buton Utara, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 5,49 Persen. Berbeda dengan tiga wilayah sebelumnya, daerah ini mencatat penurunan yang sangat besar sebesar 64,29 Persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penurunan nilai sebesar 9,89 poin persentase. Ini menjadi penurunan terbesar di antara seluruh wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan tahun 2025, dan menempati peringkat 30 di tingkat Pulau Papua.
Kabupaten Tambrauw
Kabupaten Tambrauw Papua tercatat memiliki nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 5,09 Persen pada tahun 2025, menempati peringkat 47 secara nasional dua peringkat di bawah Buton Utara. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 42,11 Persen dibanding tahun sebelumnya, dengan pengurangan nilai sebesar 3,7 poin persentase. Angka penurunan ini menjadi yang terbesar kedua setelah Kabupaten Keerom, dan menempati peringkat 31 di tingkat Pulau Papua. Nilai ini berada lebih dari 0,4 poin persentase di bawah catatan Buton Utara.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang Kalimantan mencatat persentase desa tanpa sinyal sebesar 4,91 Persen pada tahun 2025, menjadi nilai terendah diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Wilayah ini menempati peringkat 48 secara nasional, tiga peringkat di bawah Kabupaten Buton Utara, dan peringkat 8 di tingkat Pulau Kalimantan. Tercatat terjadi penurunan sebesar 13,04 Persen dibanding tahun sebelumnya, dengan pengurangan nilai sebesar 0,74 poin persentase. Angka penurunan ini adalah yang terkecil diantara seluruh wilayah yang mengalami penurunan pada tahun 2025.