Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Pengadaan Listrik dan Gas Kalimantan Selatan tahun 2025 mencapai 413,32 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan sebesar 538,92% selama 16 tahun, atau tumbuh rata-rata 13,16% per tahun. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 34,12 Rp miliar. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 8,80%, lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 8,49%, menunjukkan akselerasi pertumbuhan sektor ini pada periode terkini.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Periode 2013-2025)
Kenaikan pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2015 dengan laju pertumbuhan 55,47%, sedangkan satu-satunya penurunan terjadi pada tahun 2013 dengan penurunan sedikit sebesar 0,52%. Untuk posisi peringkat, Kalimantan Selatan berada di urutan 3 di wilayah Pulau Kalimantan pada tahun 2025, turun satu peringkat dari posisi ke-2 yang dipertahankan secara konsisten sejak tahun 2010 hingga 2022. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 15 dari seluruh provinsi di Indonesia untuk sektor yang sama pada tahun 2025.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menduduki peringkat pertama di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 12 secara nasional untuk sektor pengadaan listrik dan gas, dengan nilai PDRB ADHB tahun terakhir mencapai 522,63 Rp miliar. Sektor ini tumbuh 4,64% pada periode tercatat, dengan peningkatan nilai sebesar 23,17 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai PDRB sektor ini di Sulawesi Selatan tercatat 26,4% lebih tinggi dibandingkan nilai Kalimantan Selatan pada tahun yang sama, menjadikannya salah satu wilayah dengan performa sektor listrik dan gas terkuat di luar pulau Jawa.
Lampung
Lampung menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional, dengan nilai PDRB ADHB sektor pengadaan listrik dan gas mencapai 490,73 Rp miliar pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatat kontraksi pertumbuhan turun 3,47% pada periode tercatat, dengan penurunan nilai sebesar 17,65 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, nilai total PDRB sektor ini di Lampung masih 18,7% lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Kalimantan Selatan pada tahun yang sama.
Kalimantan Barat
(Baca: Statistik Kredit Bank Umum Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian Periode 2015-2026)
Kalimantan Barat menduduki peringkat 2 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 14 secara nasional, dengan nilai PDRB ADHB sektor pengadaan listrik dan gas mencapai 415,94 Rp miliar pada tahun terakhir. Sektor ini tumbuh 6,05% pada periode tercatat, dengan peningkatan nilai sebesar 23,72 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai PDRB Kalimantan Barat hanya terpaut 2,62 Rp miliar di atas nilai Kalimantan Selatan, menjadi provinsi tetangga yang mendahului peringkat Kalimantan Selatan di wilayah pulau yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat 6 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 16 secara nasional, dengan nilai PDRB ADHB sektor pengadaan listrik dan gas mencapai 303,68 Rp miliar pada tahun terakhir. Sektor ini hanya mencatat pertumbuhan sedikit sebesar 0,74% pada periode tercatat, dengan peningkatan nilai sebesar 2,23 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai PDRB sektor ini di Sumatera Barat tercatat 26,5% lebih rendah dibandingkan nilai yang dicapai Kalimantan Selatan pada tahun yang sama.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menduduki peringkat 6 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 17 secara nasional, dengan nilai PDRB ADHB sektor pengadaan listrik dan gas mencapai 292,22 Rp miliar pada tahun terakhir. Sektor ini tumbuh 5,28% pada periode tercatat, dengan peningkatan nilai sebesar 14,66 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang dicatat DI Yogyakarta berada di bawah rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Kalimantan Selatan yang mencapai 8,80%.
Aceh
Aceh menempati peringkat 7 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 18 secara nasional, dengan nilai PDRB ADHB sektor pengadaan listrik dan gas mencapai 270,12 Rp miliar pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatat kontraksi pertumbuhan turun 2,09% pada periode tercatat, dengan penurunan nilai sebesar 5,76 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total PDRB sektor ini di Aceh tercatat 34,6% lebih rendah dibandingkan nilai yang dicapai Kalimantan Selatan pada tahun 2025.