Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2025 sebesar 120.28 Indeks, mengalami pertumbuhan sebesar 1.67% dibandingkan tahun sebelumnya dengan peningkatan kecil sebesar 1.98 Indeks. Secara historis, IKK Kaltim mengalami fluktuasi signifikan dari tahun 2010 hingga 2025: kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan 19.06% dibandingkan 2014, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2013 dengan penurunan 7.8% dari 2012. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 1.32% lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2021-2025) yang mencapai 1.88%. Di tingkat pulau Kalimantan, Kaltim mempertahankan peringkat 1 pada 2025, sama dengan tahun sebelumnya, sementara secara nasional peringkatnya naik satu tingkat dari 7 pada 2024 menjadi 6 pada 2025.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Utara 2018 - 2024)
Papua Selatan
Papua Selatan menempati peringkat 3 di pulau Papua dan peringkat 3 se-Indonesia pada tahun 2025 untuk Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dengan nilai akhir tahun sebesar 146.3 Indeks. Nilai ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2.32% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan kecil sebesar 3.32 Indeks dari 2024. Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir, pertumbuhan tahun 2025 ini berada di level yang stabil. Dibandingkan provinsi lain di pulau Papua, Papua Selatan memiliki nilai IKK tertinggi, bahkan melebihi provinsi Papua yang berada di peringkat kedua. Secara nasional, peringkat 3 ini menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Papua Selatan memiliki biaya yang relatif tinggi dibandingkan sebagian besar provinsi di Indonesia, dengan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun tanpa adanya penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Papua
Provinsi Papua menempati peringkat 4 di pulau Papua dan peringkat 4 se-Indonesia pada tahun 2025 dengan IKK sebesar 136.79 Indeks, mengalami pertumbuhan sebesar 1.36% dibandingkan tahun sebelumnya dengan peningkatan kecil sebesar 1.83 Indeks. Dibandingkan provinsi Papua Selatan yang berada di atasnya, nilai IKK Papua lebih rendah sebesar 9.51 Indeks. Secara historis, pertumbuhan IKK Papua dalam tiga tahun terakhir menunjukkan stabilitas tanpa penurunan, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 1.2%. Peringkat nasional ke-4 ini menempatkan Papua di kelompok provinsi dengan biaya konstruksi tertinggi di Indonesia, hanya ketinggalan dari Papua Selatan dan dua provinsi lain di luar pulau Papua.
Papua Barat
Papua Barat menempati peringkat 5 di pulau Papua dan peringkat 5 se-Indonesia pada tahun 2025 dengan IKK sebesar 122.82 Indeks, mengalami penurunan sebesar 1.52% dibandingkan tahun sebelumnya dengan penurunan kecil sebesar 1.89 Indeks. Ini adalah satu-satunya provinsi di pulau Papua yang mengalami penurunan IKK pada tahun 2025. Dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir, penurunan ini menjadi anomali karena sebelumnya pertumbuhan IKK di Papua Barat cenderung stabil. Secara nasional, peringkat 5 ini masih menempatkan Papua Barat di kelompok provinsi dengan biaya konstruksi tinggi, meskipun ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Peringkat dan Jumlah Kunjungan Situs Perbankan Periode Agustus 2025)
Papua Barat Daya
Provinsi Papua Barat Daya menempati peringkat 6 di pulau Papua dan peringkat 7 se-Indonesia pada tahun 2025 dengan IKK sebesar 118.31 Indeks, mengalami penurunan sebesar 3.19% dibandingkan tahun sebelumnya dengan penurunan sebesar 3.9 Indeks. Ini adalah penurunan terbesar di antara provinsi di pulau Papua pada tahun 2025. Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir, penurunan ini menunjukkan perubahan tren yang signifikan, karena sebelumnya pertumbuhan IKK di provinsi ini berada di level positif. Secara nasional, peringkat 7 ini menempatkan Papua Barat Daya di posisi tengah atas provinsi dengan biaya konstruksi tinggi di Indonesia.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati peringkat 1 di pulau Jawa dan peringkat 8 se-Indonesia pada tahun 2025 dengan IKK sebesar 114.5 Indeks, mengalami penurunan sebesar 0.25% dibandingkan tahun sebelumnya dengan penurunan kecil sebesar 0.29 Indeks. Meskipun berada di peringkat 1 di pulau Jawa, nilai IKK DKI Jakarta lebih rendah dibandingkan sebagian besar provinsi di pulau Papua. Dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir, penurunan ini adalah penurunan pertama dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan stabilitas biaya konstruksi di wilayah ini. Secara nasional, peringkat 8 ini menunjukkan bahwa biaya konstruksi di DKI Jakarta relatif lebih rendah dibandingkan provinsi di Papua, meskipun masih berada di kelompok provinsi dengan biaya tinggi di Indonesia.
Maluku Utara
Provinsi Maluku Utara menempati peringkat 1 di pulau Maluku dan peringkat 9 se-Indonesia pada tahun 2025 dengan IKK sebesar 113.29 Indeks, mengalami penurunan sebesar 0.7% dibandingkan tahun sebelumnya dengan penurunan kecil sebesar 0.8 Indeks. Ini adalah satu-satunya provinsi di pulau Maluku yang termasuk dalam peringkat nasional 10 besar untuk IKK. Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir, penurunan ini menunjukkan bahwa biaya konstruksi di Maluku Utara mulai menurun setelah periode pertumbuhan stabil. Secara nasional, peringkat 9 ini menempatkan Maluku Utara di posisi atas provinsi dengan biaya konstruksi tinggi di Indonesia, meskipun nilai IKK-nya lebih rendah dibandingkan provinsi di Papua dan DKI Jakarta.