Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Kalimantan Barat pada tahun 2024 mencapai 57.18 persen, mengalami pertumbuhan 4.42 persen dibandingkan tahun 2023. Perkembangan APM SMA di provinsi ini selama 22 tahun (2003-2024) menunjukkan tren peningkatan secara umum, kecuali pada tahun 2009 yang mengalami penurunan sedikit sebesar 0.68 persen. Rata-rata pertumbuhan selama 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 2.2 persen, sedangkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 3.48 persen, yang menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode 5 tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 19.63 persen, sementara penurunan satu-satunya terjadi pada tahun 2009.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Total di Perdesaan Periode 2013-2023)
Pada tahun 2024, Kalimantan Barat menempati peringkat ke-5 di pulau Kalimantan dan peringkat ke-34 se-Indonesia untuk indikator APM SMA. Dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama, Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-3 dengan nilai 60.26 persen, Kalimantan Tengah peringkat ke-4 dengan 58.05 persen. Secara nasional, peringkat Kalimantan Barat lebih rendah dibandingkan Jawa Barat yang berada di peringkat ke-31 dengan nilai 60.68 persen.
Jawa Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Jawa Barat pada tahun 2024 mencapai 60.68 persen, mengalami pertumbuhan 2.83 persen dibandingkan tahun 2023. Rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (2022-2024) di provinsi ini adalah 2 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 1.8 persen, menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang lebih baik dalam periode 3 tahun terakhir. Jawa Barat menempati peringkat ke-6 di pulau Jawa dan peringkat ke-31 se-Indonesia untuk indikator ini pada tahun 2024. Nilai APM SMA di provinsi ini lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Barat (57.18 persen) dan Kalimantan Tengah (58.05 persen), namun sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata nilai provinsi di pulau Jawa. Pertumbuhan tahun 2024 di Jawa Barat juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kalimantan Selatan (0.72 persen) pada tahun yang sama.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Perantara Keuangan Periode 2013-2024)
Kalimantan Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Kalimantan Selatan pada tahun 2024 mencapai 60.26 persen, mengalami pertumbuhan 0.72 persen dibandingkan tahun 2023. Rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (2022-2024) di provinsi ini adalah 1.2 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 1 persen, menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang stabil dalam periode terbaru. Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-3 di pulau Kalimantan dan peringkat ke-32 se-Indonesia untuk indikator ini pada tahun 2024. Nilai APM SMA di provinsi ini lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Barat (57.18 persen) dan Kalimantan Tengah (58.05 persen), serta menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan kedua provinsi tersebut pada tahun 2024. Peringkat Kalimantan Selatan di pulau Kalimantan tetap stabil selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa provinsi ini mempertahankan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan APM SMA tertinggi di Kalimantan.
Kalimantan Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 mencapai 58.05 persen, mengalami pertumbuhan 4.35 persen dibandingkan tahun 2023. Rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (2022-2024) di provinsi ini adalah 3 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 2.1 persen, menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang signifikan dalam periode 3 tahun terakhir. Kalimantan Tengah menempati peringkat ke-4 di pulau Kalimantan dan peringkat ke-33 se-Indonesia untuk indikator ini pada tahun 2024. Nilai APM SMA di provinsi ini lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Barat (57.18 persen), namun lebih rendah dibandingkan Kalimantan Selatan (60.26 persen) pada tahun 2024. Pertumbuhan tahun 2024 di Kalimantan Tengah hampir sama dengan pertumbuhan Kalimantan Barat (4.42 persen), menunjukkan bahwa kedua provinsi ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam APM SMA pada tahun tersebut.