Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pertokoan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada tahun 2024 sebanyak 9 unit. Data ini menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 12.5% dibandingkan tahun 2021, di mana jumlah pertokoan tercatat 8 unit. Peningkatan ini menandakan adanya perkembangan positif dalam sektor perdagangan di wilayah tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa data historis menunjukkan fluktuasi, di mana pada tahun 2019 sempat terjadi penurunan signifikan.
Secara historis, fluktuasi jumlah pertokoan di Kabupaten Samosir cukup signifikan. Pada tahun 2018, jumlah pertokoan mencapai 52 unit, kemudian mengalami penurunan drastis menjadi 4 unit pada tahun 2019. Setelah itu, terjadi peningkatan bertahap hingga mencapai 9 unit pada tahun 2024. Kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 85.71%, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2019 dengan penurunan -92.31%. Perubahan ini mengindikasikan dinamika ekonomi yang kompleks di Kabupaten Samosir.
(Baca: Produksi Buncis di Kalimantan Tengah | 2024)
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2019-2021), jumlah pertokoan pada tahun 2024 lebih tinggi. Rata-rata jumlah pertokoan pada periode tersebut adalah 6.67 unit, sedangkan pada tahun 2024 mencapai 9 unit. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2018-2021), jumlah pertokoan pada tahun 2024 masih lebih rendah. Rata-rata jumlah pertokoan pada periode tersebut adalah 18 unit. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan, jumlah pertokoan belum kembali ke level tertinggi seperti pada tahun 2018.
Pada tahun 2024, Kabupaten Samosir berada pada peringkat 128 di Pulau Sumatera dalam hal jumlah pertokoan. Ranking ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun 2021, di mana Kabupaten Samosir berada pada peringkat 130. Secara nasional, Kabupaten Samosir berada pada peringkat 358. Data perbandingan menunjukkan bahwa beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera memiliki jumlah pertokoan yang sama, yaitu 9 unit, seperti Kota Sabang.
Anomali terjadi pada tahun 2019, di mana jumlah pertokoan mengalami penurunan signifikan menjadi 4 unit dari 52 unit pada tahun sebelumnya. Penurunan ini perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dibandingkan dengan kondisi lima tahun terakhir, penurunan ini merupakan yang paling signifikan, menunjukkan adanya perubahan besar dalam lanskap perdagangan di Kabupaten Samosir pada tahun tersebut.
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai memiliki jumlah pertokoan sebanyak 9 unit, sama dengan Kabupaten Samosir. Pertumbuhan pertokoan di wilayah ini menunjukkan stabilitas dengan angka 0%. Meskipun demikian, Kabupaten Manggarai memiliki peringkat yang cukup baik di tingkat pulau, yaitu peringkat 21. Peringkat ini menunjukkan bahwa Kabupaten Manggarai memiliki sektor perdagangan yang cukup berkembang dibandingkan dengan daerah lain di Nusa Tenggara dan Bali. Secara keseluruhan, angka ini menunjukkan stabilitas yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan.
(Baca: PDRB Harga Berlaku di Sulawesi Tengah | 2024)
Kabupaten Kepulauan Selayar
Kabupaten Kepulauan Selayar juga mencatatkan jumlah pertokoan sebanyak 9 unit, menunjukkan angka yang serupa dengan beberapa wilayah lain dalam data. Pertumbuhan di wilayah ini menunjukkan angka yang negatif, yakni -40%. Peringkat Kabupaten Kepulauan Selayar di tingkat pulau adalah 33, menunjukkan posisi yang moderat dibandingkan dengan wilayah lain di Sulawesi. Angka ini mengindikasikan bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar perlu berupaya meningkatkan sektor perdagangannya agar dapat bersaing dengan wilayah lain.
Kota Kotamobagu
Kota Kotamobagu memiliki jumlah pertokoan sebanyak 9 unit, sama dengan beberapa daerah lain dalam data. Dengan pertumbuhan pertokoan yang signifikan, yaitu 50%, menunjukkan peningkatan yang menjanjikan dalam sektor perdagangan. Peringkat Kota Kotamobagu di tingkat pulau adalah 33, mencerminkan potensi yang cukup besar untuk terus berkembang. Data ini menunjukkan bahwa Kota Kotamobagu memiliki peluang yang baik untuk meningkatkan sektor perdagangannya dan bersaing dengan daerah lain di Sulawesi.
Kabupaten Bangli
Kabupaten Bangli memiliki jumlah pertokoan yang sama dengan beberapa wilayah lain, yaitu 9 unit. Pertumbuhan di Kabupaten Bangli menunjukkan angka negatif, yaitu -25%, mengindikasikan adanya penurunan. Dengan peringkat di tingkat pulau adalah 21, Kabupaten Bangli perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan sektor perdagangannya. Data ini mencerminkan perlunya perhatian khusus terhadap sektor perdagangan di Kabupaten Bangli agar dapat kembali tumbuh dan berkembang.
Kota Sawahlunto
Kota Sawahlunto juga mencatatkan jumlah pertokoan sebanyak 9 unit, sama dengan beberapa wilayah lainnya dalam data. Pertumbuhan pertokoan di Kota Sawahlunto cukup baik, yaitu 28.57%, menunjukkan potensi yang positif. Peringkat Kota Sawahlunto di tingkat pulau adalah 128, menunjukkan posisi yang perlu ditingkatkan. Data ini memberikan gambaran bahwa Kota Sawahlunto memiliki peluang untuk mengembangkan sektor perdagangannya lebih lanjut agar dapat bersaing dengan wilayah lain di Sumatera.