Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perusahaan konstruksi di Provinsi Papua Barat pada akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 3275 perusahaan. Pada tahun 2025 ini terjadi kenaikan sebesar 19,05 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan sebanyak 524 perusahaan. Selama periode 21 tahun pencatatan sejak 2005, data historis menunjukkan fluktuasi sangat ekstrem, dimana pernah tercatat lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 4945,16 persen pada tahun 2008, serta penurunan terendah mencapai 96,65 persen pada tahun 2007 yang hanya menyisakan 31 perusahaan aktif.
(Baca: PDRB Kabupaten Labuhan Batu 2025: Rp54,83 Triliun, Tumbuh 4,18 Persen)
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Papua Barat tercatat negatif turun 1,87 persen, memburuk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat hampir stagnan di angka -0,05 persen. Dalam kurun 5 tahun terakhir, posisi ranking provinsi ini di wilayah Pulau Papua tetap konsisten berada di peringkat 2, sedangkan ranking nasional bergerak di kisaran peringkat 20 hingga 22 se-Indonesia. Nilai jumlah perusahaan konstruksi tahun 2025 juga tercatat masih berada di bawah rata-rata keseluruhan periode pencatatan yang mencapai 3340 perusahaan.
Pada tahun 2025, Papua Barat menduduki peringkat 2 di wilayah Pulau Papua untuk indikator jumlah perusahaan konstruksi. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 21 se-Indonesia, berada tepat di atas Jambi serta di bawah Sulawesi Tenggara. Dibandingkan provinsi tetangga di pulau yang sama, nilai jumlah perusahaan konstruksi Papua Barat lebih rendah 249 perusahaan dibandingkan Provinsi Papua pada periode yang sama. Pertumbuhan tahun 2025 Papua Barat juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 6 provinsi perbandingan yang hanya mencapai 0,78 persen.
Anomali terbesar pada data historis terjadi pada tahun 2009, dimana jumlah perusahaan konstruksi di Papua Barat melonjak drastis menjadi 17302 perusahaan, menjadikan provinsi ini sementara menduduki peringkat 1 nasional pada tahun tersebut. Nilai puncak ini merupakan 5 kali lipat lebih besar dibandingkan rata-rata nilai keseluruhan periode, dan 5,2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nilai jumlah perusahaan konstruksi pada tahun 2025. Setelah tahun 2009, jumlah perusahaan segera turun lebih dari 90 persen pada tahun berikutnya.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menduduki peringkat 18 nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Sulawesi untuk jumlah perusahaan konstruksi tahun 2025, dengan total tercatat 3577 perusahaan. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 1,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 51 perusahaan. Nilai ini berada 302 perusahaan lebih tinggi dibandingkan catatan Papua Barat, dengan pertumbuhan tahunan yang jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan yang terjadi di Papua Barat pada tahun yang sama.
Papua
Provinsi Papua berada di peringkat 19 nasional dan menjadi peringkat teratas wilayah Pulau Papua dengan total 3524 perusahaan konstruksi pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 5,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah di kelompok perbandingan yang mengalami penurunan selain Kalimantan Tengah. Nilai jumlah perusahaan ini berbeda 249 perusahaan di atas catatan Papua Barat, meskipun menunjukan tren kontraksi berlawanan dengan pertumbuhan positif tetangganya.
(Baca: Persentase Pekerja Setengah Menganggur di Kalimantan Tengah | 2025)
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara tercatat memiliki 3406 perusahaan konstruksi pada akhir 2025, menduduki peringkat 20 nasional dan peringkat 3 di wilayah Pulau Sulawesi. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 149 perusahaan. Posisi ranking nasional provinsi ini berada tepat satu tingkat di atas Papua Barat, dengan selisih jumlah perusahaan sebanyak 131 unit dibandingkan catatan Papua Barat pada periode yang sama.
Jambi
Jambi menduduki peringkat 22 nasional dan peringkat 7 di wilayah Pulau Sumatera, dengan total jumlah perusahaan konstruksi tercatat 2884 perusahaan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 98 perusahaan. Nilai ini berada 391 perusahaan lebih rendah dibandingkan catatan Papua Barat, dan menjadi wilayah pertama yang berada di bawah ranking Papua Barat dalam daftar urutan nasional periode 2025.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau tercatat memiliki 2375 perusahaan konstruksi pada tahun 2025, menduduki peringkat 23 nasional dan peringkat 8 di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi di kelompok 6 provinsi perbandingan setelah Papua Barat. Selisih jumlah perusahaan wilayah ini dengan Papua Barat mencapai 900 unit, dengan pertumbuhan tahunan yang masih berada di bawah lonjakan Papua Barat.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menduduki peringkat 24 nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan, dengan total jumlah perusahaan konstruksi tercatat 2302 perusahaan pada akhir tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 6,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terbesar di kelompok provinsi perbandingan. Nilai jumlah perusahaan di wilayah ini tercatat 973 unit lebih rendah dibandingkan catatan Papua Barat pada periode yang sama.