Kualitas Udara Kalimantan Tengah Selasa Malam (6/10) Terburuk di Indonesia
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Kualitas Udara di Kalimantan Tengah malam ini terburuk di Indonesia. Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Selasa (6/10/2026) pukul 18.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah sebesar 1310.
Menurut Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.
Perhitungan ISPU berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran parameter pencemar udara tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.
(Baca: Dua Bulan Banjir Sumatra, 1.204 Orang Meninggal Dunia dan 140 Hilang (Selasa, 27 Januari 2026))
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Berikutnya, kualitas udara sangat tidak sehat pada rentang 201-300 dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Sementara, kualitas udara berbahaya pada rentang lebih dari 300 dapat merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.
Di bawah Kalimantan Tengah, ada Sumatera Selatan yang menempati posisi kedua terburuk di Indonesia dengan indeks kualitas udara 765. Kemudian, di posisi ketiga ada Kalimantan Selatan dengan indeks kualitas udara 497.
Ini artinya, ketiga provinsi teratas memiliki kualitas udara berbahaya.
Berikut daftar 10 provinsi dengan indeks kualitas udara terburuk di Indonesia pada Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB.
1. Kalimantan Tengah: 1310
2. Sumatera Selatan: 765
3. Kalimantan Selatan: 497
4. Kalimantan Barat: 473
5. Jambi: 454
6. Kalimantan Timur: 433
7. Riau: 415
8. Papua Tengah: 180
9. DKI Jakarta: 112
10. Bengkulu: 99
(Baca: Dua Bulan Banjir Sumatra, 1.204 Orang Meninggal Dunia dan 140 Hilang (Selasa, 27 Januari 2026))
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.05 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |