GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 27.309 kasus per Jumat, 18 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 224 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 4,11 persen.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Pemeriksaan Suspek per Minggu Tertinggi (Selasa, 15 November 2022))
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 21.952 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 1,28 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 18.829 jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat 18.591 jiwa.
(Baca: Update Omicron : Total di Indonesia Ada 27.085 Kasus (Kamis, 17 November 2022))
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Singapura dengan jumlah kasus Omicron 15.177 kasus (naik 1,2%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 11.101 kasus (angka ini tidak ada perubahan dari sebelumnya) dan jumlah kasus Omicron di Vietnam adalah 4.196 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,56 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,5 juta kasus.