Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk Kepulauan Riau yang memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri pada akhir tahun 2025 sebesar 46,91 Persen. Selama periode 7 tahun pengukuran sejak 2019, angka ini mencatat tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan total mencapai 17,39 persen sepanjang periode. Pada tahun 2025 terjadi penurunan sebesar 4,78 poin atau minus 9,24 persen dibandingkan tahun 2024 yang menjadi puncak tertinggi angka ini selama sejarah pengukuran.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Sepanjang data historis, angka persentase BPJS Mandiri di Kepulauan Riau mengalami fluktuasi dengan 4 periode kenaikan dan 2 periode penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan penambahan 8,39 poin setara pertumbuhan 20,99 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2022 sebesar minus 7,7 poin. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 4,78 persen, angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 0,04 persen.
Selama seluruh periode pengukuran sejak 2019, Kepulauan Riau secara konsisten menempati peringkat pertama teratas di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Secara peringkat nasional, wilayah ini juga selalu berada di tiga besar se-Indonesia, bahkan mencatatkan posisi pertama nasional pada tahun 2020, 2021, 2024 dan kembali mempertahankan posisi pertama nasional pada tahun 2025 ini. Angka 46,91 Persen pada tahun 2025 juga masih berada di atas rata-rata nilai sepanjang periode yang tercatat sebesar 46,38 Persen.
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati posisi pertama peringkat nasional dan pertama di Pulau Sumatera untuk indikator ini pada tahun 2025 dengan nilai akhir 46,91 Persen. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 4,78 poin atau minus 9,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih berhasil mempertahankan posisi teratas dibanding seluruh provinsi di Indonesia. Nilai akhir ini masih 6,95 poin lebih tinggi dibandingkan catatan pertama pada tahun 2019, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sepanjang periode mencapai 2,71 persen.
Kalimantan Timur
(Baca: Luas Tanaman Kelapa Tertinggi Ada di Riau pada 2024)
Kalimantan Timur berada di posisi kedua nasional dan pertama wilayah Pulau Kalimantan dengan nilai persentase BPJS Mandiri tahun 2025 sebesar 43,29 Persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3,03 poin atau minus 6,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan penurunan ini sedikit lebih kecil dibandingkan penurunan yang terjadi di Kepulauan Riau. Jarak nilai antara Kalimantan Timur dengan peringkat pertama adalah sebesar 3,62 poin.
Bali
Bali menempati peringkat ketiga nasional dan teratas di wilayah Nusa Tenggara dan Bali dengan catatan nilai 37,19 Persen pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,38 poin atau minus 1,02 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi penurunan paling kecil diantara lima besar wilayah nasional. Nilai ini terpaut 6,1 poin dibandingkan peringkat kedua Kalimantan Timur.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat keempat nasional dan posisi kedua di wilayah Pulau Sumatera dengan nilai 33,57 Persen pada akhir tahun 2025. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di lima besar nasional yang mencatatkan pertumbuhan positif, yaitu kenaikan sebesar 1,9 poin atau 6,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai akhir ini terpaut 13,34 poin dari peringkat pertama Kepulauan Riau.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati posisi kelima nasional dan peringkat kedua wilayah Pulau Kalimantan dengan catatan nilai persentase BPJS Mandiri 33,08 Persen tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1,05 poin atau minus 3,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai hanya 0,49 poin dibawah peringkat keempat Kepulauan Bangka Belitung.