Polda Metro Jaya merilis data harian jumlah mobil barang untuk wilayah Sumatera Selatan tercatat per 12 Juli 2026 mencapai 361.347 unit. Data historis tercatat sejak 3 Mei 2023 selama 635 hari pencatatan menunjukkan tren nilai secara konsisten naik, dengan perubahan total peningkatan sebesar 7,65% sejak periode pertama pencatatan.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum bukan Lapangan Usaha Total Periode 2015-2025)
Pada 5 hari terakhir pencatatan, rata-rata pertumbuhan jumlah mobil barang mencapai 0,0083% per hari, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 hari terakhir yang tercatat 0,0071%. Seluruh periode pencatatan mencatat rata-rata pertumbuhan harian sebesar 0,0117%, dimana nilai hari terakhir berada di atas rata-rata keseluruhan data.
Kenaikan tertinggi sepanjang periode historis terjadi pada 11 Oktober 2025 dengan lonjakan 8.868 unit dalam satu hari, sedangkan nilai terendah tercatat pada awal periode pencatatan 3 Mei 2023 dengan jumlah 335.658 unit. Selama seluruh periode, tercatat 353 hari terjadi kenaikan nilai, 53 hari penurunan, dan 228 hari nilai stagnan tidak berubah.
Untuk peringkat wilayah, Sumatera Selatan menempati urutan pertama di wilayah Pulau Sumatera pada hari terakhir, dan berada di peringkat 5 nasional. Dibanding provinsi lain, nilai Sumatera Selatan berada dibawah Jawa Barat (612.338 unit), Jawa Tengah (709.306 unit), Jawa Timur (829.382 unit) dan Jabodetabek yang menempati peringkat pertama nasional dengan 875.691 unit.
Pada hari terakhir tidak tercatat perubahan nilai dibanding hari sebelumnya untuk Sumatera Selatan, berbeda dengan Jawa Barat yang mencatat penambahan sedikit sebanyak 2 unit. Seluruh wilayah peringkat 4 besar nasional mencatat stagnansi nilai pada periode pencatatan terakhir.
Jabodetabek
Wilayah Jabodetabek menempati peringkat pertama nasional untuk jumlah mobil barang dengan nilai hari terakhir tercatat 875.691 unit. Nilai ini tidak mengalami perubahan dibanding hari sebelumnya, dengan selisih nol unit. Sebagai wilayah dengan lalu lintas barang terpadat di Indonesia, nilai ini menjadi acuan tertinggi secara nasional, terpaut hampir 47 ribu unit dari peringkat kedua dibawahnya. Tidak tercatat pertumbuhan pada periode terakhir untuk wilayah ini.
(Baca: 0,8% Penduduk di Lampung Beragama Katolik)
Jawa Timur
Jawa Timur berada di peringkat kedua nasional dengan total jumlah mobil barang tercatat 829.382 unit per hari terakhir. Sama seperti Jabodetabek, wilayah ini tidak mencatat perubahan nilai pada periode pencatatan terakhir, dengan selisih nol unit dibanding hari sebelumnya. Nilai Jawa Timur terpaut sekitar 120 ribu unit dari wilayah peringkat pertama, namun tetap konsisten menahan posisi kedua nasional sejak periode pencatatan dimulai.
Jawa Tengah
Peringkat ketiga nasional ditempati oleh Jawa Tengah dengan nilai jumlah mobil barang hari terakhir sebesar 709.306 unit. Wilayah ini juga mencatat stagnansi nilai pada hari terakhir, tidak ada penambahan maupun pengurangan unit tercatat. Nilai Jawa Tengah terpaut sekitar 120 ribu unit dari Jawa Timur diatasnya, dan sekitar 97 ribu unit diatas Jawa Barat yang berada diperingkat dibawahnya.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat keempat nasional dengan jumlah mobil barang tercatat 612.338 unit pada hari terakhir. Wilayah ini menjadi satu-satunya dari 5 besar nasional yang mencatat penambahan nilai, yaitu sebanyak 2 unit dibanding hari sebelumnya. Meskipun penambahan sangat sedikit, ini menjadikan Jawa Barat satu-satunya wilayah yang mencatat pertumbuhan positif pada periode pencatatan terakhir.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan berada di peringkat kelima nasional dan peringkat pertama di seluruh wilayah Pulau Sumatera dengan nilai jumlah mobil barang hari terakhir 361.347 unit. Nilai ini tidak mengalami perubahan dibanding hari sebelumnya. Sebagai satu-satunya wilayah diluar Pulau Jawa yang masuk dalam 5 besar nasional, Sumatera Selatan terpaut sekitar 251 ribu unit dari Jawa Barat diatasnya, namun memiliki selisih yang jauh dibanding wilayah lain di Pulau Sumatera.