Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Pertambangan Bijih Logam Provinsi Sumatera Utara hingga akhir tahun 2025. Pada tahun 2025, nilai sektor ini tercatat sebesar 1163,72 Rp miliar, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,25 persen dibandingkan tahun 2024 dengan selisih nilai sebesar 2,86 Rp miliar. Sepanjang periode 2012 hingga 2025, sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 12,84 persen.
(Baca: Jumlah Perceraian Aceh 218 Kasus Data per 2024)
Sepanjang 14 tahun periode data, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2013 dengan pertumbuhan 335,12 persen, sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2020 sebesar 6,10 persen. Nilai tertinggi sepanjang sejarah pernah dicapai pada tahun 2018 sebesar 1223 Rp miliar. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 0,49 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 4 tahun terakhir yang hanya 0,24 persen, namun masih di bawah rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 0,44 persen.
Posisi Sumatera Utara pada tahun 2025 berada di peringkat 3 di wilayah Pulau Sumatera, posisi ini tetap konsisten tidak berubah sejak tahun 2015. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 12 dari seluruh provinsi di Indonesia, posisi ini juga tetap stabil selama 4 tahun berturut-turut. Nilai tahun 2025 tercatat berada di atas nilai rata-rata keseluruhan periode historis sektor ini.
Sepanjang 5 tahun terakhir, pergerakan nilai sektor ini bersifat fluktuatif dengan 3 kali periode naik dan 2 kali periode turun, tanpa ada periode stagnan sama sekali. Perubahan total nilai sejak tahun 2012 mencapai peningkatan 380,88 persen. Dari catatan historis, terjadi anomali lonjakan ekstrem pada tahun 2013 yang tidak terulang kembali pada periode setelahnya, dengan selisih kenaikan mencapai 811 Rp miliar hanya dalam satu tahun berjalan.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati peringkat 9 secara nasional untuk sektor ini pada tahun terakhir, dengan nilai PDRB tercatat 2259,37 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 11,49 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan. Dengan selisih kenaikan sebesar 232,88 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya, Kalimantan Tengah berhasil mempertahankan posisi peringkat 2 di wilayah Pulau Kalimantan. Nilai yang dicapai provinsi ini hampir dua kali lipat dari nilai yang berhasil dicatatkan oleh Sumatera Utara pada periode yang sama.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat 10 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Sumatera untuk sektor pertambangan bijih logam. Nilai PDRB ADHK sektor ini di provinsi ini tercatat sebesar 1796,10 Rp miliar, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan yang tercatat sangat kecil, provinsi ini berhasil mempertahankan posisi peringkat di atas Sumatera Utara di dalam wilayah Pulau Sumatera, dengan selisih nilai lebih dari 632 Rp miliar dibanding catatan Sumatera Utara tahun 2025.
(Baca: Harga Karet Tsr20 - Rubber Tsr20 Futures Turun Selama Tiga Hari Terakhir)
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat 11 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor pertambangan bijih logam tercatat 1249,08 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,57 persen pada tahun terakhir, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 19,25 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Di wilayah Pulau Sulawesi, provinsi ini menempati peringkat 4. Nilai yang dicapai Sulawesi Utara berada sedikit di atas nilai yang berhasil dicatatkan oleh Sumatera Utara pada tahun 2025, dengan selisih sekitar 85 Rp miliar.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya menempati peringkat 13 secara nasional, tepat satu peringkat di bawah Sumatera Utara. Nilai PDRB sektor ini di provinsi ini tercatat sebesar 1124,03 Rp miliar, dengan pertumbuhan positif sebesar 7,82 persen menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara seluruh wilayah perbandingan. Di wilayah Pulau Papua, provinsi ini menempati peringkat 2. Meskipun nilai absolut masih berada sekitar 39 Rp miliar di bawah Sumatera Utara, laju pertumbuhan yang dicatatkan jauh lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat 14 secara nasional untuk sektor pertambangan bijih logam, dengan nilai PDRB tercatat sebesar 876,87 Rp miliar. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 3,10 persen pada tahun terakhir, dengan selisih penurunan nilai sebesar 28,08 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di wilayah Pulau Kalimantan, provinsi ini menempati peringkat 3. Nilai yang dicapai Kalimantan Utara berada sekitar 286 Rp miliar di bawah nilai yang tercatat untuk Sumatera Utara pada periode yang sama.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat 15 secara nasional dan peringkat pertama di seluruh wilayah Pulau Jawa untuk sektor ini. Nilai PDRB ADHK pertambangan bijih logam di provinsi ini tercatat sebesar 800,15 Rp miliar, mengalami penurunan sebesar 4,33 persen pada tahun terakhir. Ini merupakan penurunan terbesar di antara seluruh wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan. Meskipun menempati posisi teratas di Pulau Jawa, nilai absolut yang dicapai Jawa Barat berada sekitar 363 Rp miliar di bawah catatan Sumatera Utara tahun 2025.