Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang pada Desember 2025, berkurang 0,39 persen menjadi 5,71 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 6,8 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Listrik, Gas dan Air Periode 2015-2025)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 306,1 Pound (Kamis, 06 Agustus 2026))
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Adapun setelah enam semester pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Malang.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 109 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Malang dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 459,99 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 465,1 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 485,37 ribu pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Malang mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Sementara itu dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 428,7 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 458,17 ribu pekerja pada tahun 2025.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,92 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,41 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Timur pada 2025 yakni :
- Kabupaten Sidoarjo 5,75 persen
- Kota Malang 5,71 persen
- Kabupaten Gresik 5,47 persen
- Kabupaten Bangkalan 5,31 persen
- Kabupaten Malang 5 persen
- Kota Probolinggo 4,95 persen
- Kota Surabaya 4,85 persen
- Kabupaten Kediri 4,71 persen
- Kota Mojokerto 4,66 persen
- Kota Pasuruan 4,59 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pamekasan 1,33 persen
- Kabupaten Pacitan 1,4 persen
- Kabupaten Sumenep 1,64 persen
- Kabupaten Ngawi 2,26 persen
- Kabupaten Sampang 2,44 persen
- Kabupaten Bondowoso 2,55 persen
- Kabupaten Probolinggo 2,92 persen
- Kabupaten Situbondo 3,02 persen
- Kabupaten Jember 3,07 persen
- Kabupaten Lumajang 3,08 persen