Jumlah pekerja di Kota Pekalongan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 171,52 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 178,95 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 181,99 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Sumbawa 2016-2025)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Pekalongan pada Desember 2024, berkurang 0,11% menjadi 4,91% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 4,98%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Pekalongan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 180,59 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 188,19 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 189,81 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 163 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Pekalongan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 5,34 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,44 persen.
Data Kependudukan di Kota Pekalongan:
Jumlah penduduk di Kota Pekalongan tercatat 318,18 ribu jiwa data per 2024. Angka ini dalam 23 tahun berurutan terus naik. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih rendah. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 0,71%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Seluma 2,38%)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk Kota Pekalongan berada di urutan 32, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini berada di urutan 107.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Pekalongan pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 19,57 ribu jiwa (6,15%)
- Umur 5-9 tahun 25,66 ribu jiwa (8,06%)
- Umur 10-14 tahun 26,64 ribu jiwa (8,37%)
- Umur 15-19 tahun 25,13 ribu jiwa (7,9%)
- Umur 20-24 tahun 25,56 ribu jiwa (8,03%)
- Umur 25-29 tahun 24,93 ribu jiwa (7,84%)
- Umur 30-34 tahun 24,51 ribu jiwa (7,7%)
- Umur 35-39 tahun 24,38 ribu jiwa (7,66%)
- Umur 40-44 tahun 26,27 ribu jiwa (8,26%)
- Umur 45-49 tahun 23,58 ribu jiwa (7,41%)
- Umur 50-54 tahun 19,58 ribu jiwa (6,15%)
- Umur 55-59 tahun 17,86 ribu jiwa (5,61%)
- Umur 60-64 tahun 14 ribu jiwa (4,4%)
- Umur 65-69 tahun 10,08 ribu jiwa (3,17%)
- Umur 70-74 tahun 5,9 ribu jiwa (1,85%)
- Umur lebih dari 75 tahun 4,54 ribu jiwa (1,43%)