Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Maros pada Desember 2025, berkurang 0,21 persen menjadi 4,13 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik karena sebelumnya tercatat 3,64 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2025)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kota Bekasi pada Juli 2026 Sebesar 3,02%)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan kondisi yang sama terjadi enam semester setelah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Maros.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 230 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Maros dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 187,45 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 190,97 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 209,76 ribu pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Maros mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 180,63 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 23.698 pekerja menjadi 206,37 ribu pekerja pada tahun 2025.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Maros tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 4,24 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,79 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sulawesi Selatan pada 2025 yakni :
- Kota Makassar 9,6 persen
- Kota Palopo 7,54 persen
- Kabupaten Barru 5,07 persen
- Kota Parepare 4,99 persen
- Kabupaten Gowa 4,25 persen
- Kabupaten Maros 4,13 persen
- Kabupaten Soppeng 4,01 persen
- Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan 3,9 persen
- Kabupaten Takalar 3,76 persen
- Kabupaten Bantaeng 3,74 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Enrekang 1,78 persen
- Kabupaten Jeneponto 1,88 persen
- Kabupaten Toraja Utara 2,01 persen
- Kabupaten Sinjai 2,1 persen
- Kabupaten Bulukumba 2,12 persen
- Kabupaten Luwu Utara 2,24 persen
- Kabupaten Kepulauan Selayar 2,48 persen
- Kabupaten Bone 2,75 persen
- Kabupaten Sidenreng Rappang 3,36 persen
- Kabupaten Tana Toraja 3,44 persen