Jumlah pekerja di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 129,76 ribu pekerja dan di tahun 2025 turun menjadi 129,59 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: 8,74% Penduduk di Kabupaten Sarolangun Masuk Kategori Miskin)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Desember 2025, bertambah 0,09 persen menjadi 2,2 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2023 tercatat 132,57 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 135,99 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 129,21 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 443 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,11 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,14 persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan:
Jumlah penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tercatat 238,41 ribu jiwa data per 2024. Untuk data terakhir ini, jumlah penduduk mengalami kenaikan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 0,27%. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,97%.
(Baca: Pengeluaran Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Kota Gorontalo Bulan Mei Naik 0,65%)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Kalimantan Selatan, kabupaten/kota ini berada di urutan sepuluh, sementara bila dikelompokkan menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 32.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 13,72 ribu jiwa (5,75%)
- Umur 5-9 tahun 18,07 ribu jiwa (7,58%)
- Umur 10-14 tahun 19,97 ribu jiwa (8,38%)
- Umur 15-19 tahun 19,82 ribu jiwa (8,31%)
- Umur 20-24 tahun 20,99 ribu jiwa (8,8%)
- Umur 25-29 tahun 18,3 ribu jiwa (7,68%)
- Umur 30-34 tahun 18,42 ribu jiwa (7,73%)
- Umur 35-39 tahun 18,38 ribu jiwa (7,71%)
- Umur 40-44 tahun 17,98 ribu jiwa (7,54%)
- Umur 45-49 tahun 17,15 ribu jiwa (7,19%)
- Umur 50-54 tahun 16,2 ribu jiwa (6,79%)
- Umur 55-59 tahun 13,43 ribu jiwa (5,63%)
- Umur 60-64 tahun 10,28 ribu jiwa (4,31%)
- Umur 65-69 tahun 7 ribu jiwa (2,93%)
- Umur 70-74 tahun 3,96 ribu jiwa (1,66%)
- Umur lebih dari 75 tahun 4,74 ribu jiwa (1,99%)