Provinsi Sumatera Barat pada November 2024 mencatatkan volume ekspor total sebesar 359,11 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 29 bahan nabati dan hewani lainnya, ekspor dari provinsi ini pada November 2024 tercatat turun menjadi 30,43 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 50,46 juta ton.
(Baca: Nilai Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan Afrika Periode 2013-2024)
Sumatera Barat dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 20 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Harga Cabai Rawit Merah Harian di Pasar Tradisional Provinsi Jambi Sebulan Terakhir Turun 0,47%)
Data historis 14 bulan terakhir, ekspor dari Sumatera Barat dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Februari 2024 sebesar 94,73 juta ton dan terendahnya terjadi pada Juni 2024 dengan volume ekspor 11 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Sumatera Barat menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per November 2024:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 171,4 juta ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 166,34 juta ton
- SITC kode 08 makanan ternak 40,05 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 30,43 juta ton
- SITC kode 85 sepatu dan peralatan kaki lainnya 10,76 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 4,61 juta ton
- SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya 1,49 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 995,23 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 570,98 ribu ton
- SITC kode 27 pupuk dan mineral alam lainnya 100 ribu ton