Inilah Produk yang Banyak Diimpor Indonesia dari Sri Lanka pada 2023


Nama Data | Nilai |
---|---|
Kain rajutan atau rajutan | 15.551 |
Reaktor nuklir; boiler; mesin | 4.153 |
Artikel Pakaian | 3.318 |
Artikel Pakaian | 3.237 |
Karet | 2.462 |
Kain tenunan khusus | 2.346 |
Kertas | 2.160 |
Filamen buatan manusia; mengupas | 1.294 |
Kopi; teh; maté | 1.206 |
Mesin listrik | 896 |
- A Font Kecil
- A Font Sedang
- A Font Besar
Indonesia membukukan impor dengan Sri Lanka sebesar US$ 43,11 juta data per Desember 2023. Nilai turun drastis 14.51% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 50,42 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Sri Lanka, impor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah impor Indonesia adalah US$ 26,63 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 53,35 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Sri Lanka, 42 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat 50 produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Sri Lanka. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Kain rajutan atau rajutan
- Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis
- aksesoris pakaian dan pakaian, rajutan atau rajutan
- aksesoris pakaian dan pakaian, tidak dirajut atau rajutan
- Karet
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Kain rajutan atau rajutan. Dalam klasifikasi tradmap, Kain rajutan atau rajutan masuk kategori produk HS dengan kode 60.
Pada 2023, Indonesia tercatat mengimpor US$ 15,55 juta. Nilai impor Kain rajutan atau rajutan ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 15.154 ribu.
Masuk dalam kode HS 84, Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan Bagian. Dari negara ini, Indonesia mengimpor sebanyak US$ 4,15 juta.
Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari satu negara. Impor aksesoris pakaian dan pakaian, rajutan atau rajutan dari negara ini merupakan yang terbesar. Pada 2023, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 3,32 juta. Lima negara lain yang menjadi sumber impor aksesoris pakaian dan pakaian, rajutan atau rajutan adalah Cina, Vietnam, Jerman, Italia dan Türkiye.
Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari satu negara. Impor aksesoris pakaian dan pakaian, tidak dirajut atau rajutan dari negara ini merupakan yang terbesar. Pada 2023, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 3,24 juta. Lima negara lain yang menjadi sumber impor aksesoris pakaian dan pakaian, tidak dirajut atau rajutan adalah Cina, Italia, Vietnam, Jerman dan Perancis.
Di urutan berikutnya, Indonesia juga tercatat banyak mengimpor Karet dari Sri Lanka. Nilai impor produk ini pada 2023 US$ 2,46 juta. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 2.029 ribu. Impor Karet yang terbesar saat ini masih berasal dari Sri Lanka. Selain negara ini, lima negara terbesar yang menjadi sumber impor Karet Indonesia adalah Cina, Jerman, Thailand, Amerika Serikat dan Jepang.