Menurut data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), cadangan gas alam terbukti (proven natural gas reserves) global mencapai 208,89 triliun meter kubik pada 2024.
Cadangan gas alam terbukti adalah estimasi jumlah seluruh hidrokarbon yang secara statistik didefinisikan sebagai gas alam.
Cadangan ini terdiri atas gas alam, baik associated gas maupun non-associated gas, berdasarkan analisis data geosains dan teknik, dapat diperkirakan dengan kepastian wajar untuk diambil secara komersial.
Berdasarkan negara, Venezuela tergolong pemilik cadangan gas alam terbanyak dengan estimasi volume mencapai 5,51 triliun meter kubik, setara 2,64% dari total cadangan gas alam global pada 2024.
Bobot tersebut menempatkan Venezuela di peringkat sembilan sebagai negara dengan pemilik cadangan gas alam terbanyak di dunia.
Selama 2020-2024, cadangan gas alam Venezuela konsisten di angka 5,5 triliun meter kubik, kecuali 2023 yang volumenya 5,48 triliun meter kubik, sebagaimana grafik di atas.
Kini, sumber daya alam Venezuela disorot setelah militer Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi pada Sabtu (3/1/2026) dinihari.
Keduanya ditangkap dan digelandang ke atas kapal perang AS USS Iwo Jima. Maduro akan dituntut atas dakwaan Departemen Kehakiman AS yang menuduhnya terlibat dalam terorisme narkoba pada 2020.
Kepada wartawan beberapa jam setelah penangkapan Maduro, Presiden AS, Donald Trump, mengungkap rencana menjual sejumlah besar minyak Venezuela ke negara lain.
“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago seperti dikutip Katadata.co.id dari Associated Press, Minggu (4/1/2026).
(Baca: Venezuela, Negara Pemilik Cadangan Minyak Terbesar Global pada 2024)