Produksi telur itik/itik manila di Nusa Tenggara Timur tercatat 840.61 ton. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2481.5 ton data per 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2002 dengan angka produksi telur itik/itik manila mencapai 840.61 ton. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi produksi telur itik/itik manila mengalami penurunan dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
Menurut publikasi Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, data per 2025, produksi telur itik/itik manila jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 14,3 ribu ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 80,64% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, DI Yogyakarta tercatat dengan produksi telur itik/itik manila terbanyak, yaitu 2.805,23 ton. Produksi telur itik/itik manila di DI Yogyakarta saat ini setara dengan 15,82% dari total seluruh provinsi.
Setelahnya Sulawesi Tenggara di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini tumbuh 4,92%. Periode yang sama tahun sebelumnya produksi telur itik/itik manila di provinsi ini tercatat 2.134,88 ton.
Selanjutnya, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Kalimantan Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1.467,13 ton (turun 3,83%) dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton