Tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial Finansial di DKI Jakarta tercatat 18,81% menjadi 24,57% data per 2024. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2023 sebesar 45,89%. Adapun dalam enam tahun terakhir, tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 15,84%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Tujuan Mengakses Internet Penduduk Desa dan Kota Mendapatkan Informasi Barang dan Jasa Periode 2019-2024)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per 2024, tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 133.58%. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 50,85% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta tercatat dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial terbanyak, yaitu 24,57%. Tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial di DKI Jakarta saat ini setara dengan 9,35% dari total seluruh provinsi. Kep. riau berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial di provinsi ini tumbuh 13,65%. Periode yang sama tahun sebelumnya tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial di provinsi ini tercatat 16,09%.
Selanjutnya, Kalimantan Timur dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial 16,28% (naik 27,56%), DI Yogyakarta dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial 13,82% (naik 35,53%) dan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial di Bali naik 40,46% menjadi 13,09% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Pengeluaran Telekomunikasi Kelompok Menuju Kelas Menengah Kalimantan Timur Tertinggi pada 2025)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota finansial finansial tertinggi pada 2024:
- DKI Jakarta 24,57 %
- Kep. Riau 18,28 %
- Kalimantan Timur 16,28 %
- DI Yogyakarta 13,82 %
- Bali 13,09 %
- Banten 12,24 %
- Jawa Barat 10,34 %
- Kalimantan Selatan 9,13 %
- Kep. Bangka Belitung 8,12 %
- Kalimantan Tengah 7,69 %