Menurut publikasi Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Perkebunan, data per 2024, produksi kakao jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 572.93 ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 90,78% dari total seluruh provinsi.
Urutan pertama adalah Sulawesi Tengah, yang bisa memproduksi hingga 124.72 ton. Provinsi ini mencatatkan penurunan -1,2 ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Indonesia Paling Banyak Impor Kakao dari Kenya. pada 2023)
Setelahnya Sulawesi Tenggara di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi kakao di provinsi ini tumbuh 6,03%. Periode yang sama tahun sebelumnya produksi kakao di provinsi ini tercatat 101.74 ton.
Selanjutnya, produksi kakao di Sulawesi Selatan turun 3,52% menjadi 76,97 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi kakao di Sulawesi Barat naik 0,03% menjadi 67,17 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Lampung dengan produksi kakao 47,88 ton (naik 4,91%)
(Baca: Indonesia Ekspor Kendaraan selain Rolling Stock Kereta Api atau Trem Senilai US$ 2,38 Juta ke Antigua dan Barbuda. pada 2023)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan produksi kakao dengan jumlah tertinggi:
- Sulawesi Tengah 124.72 ton
- Sulawesi Tenggara 107.88 ton
- Sulawesi Selatan 76,97 ton
- Sulawesi Barat 67,17 ton
- Lampung 47,88 ton
- Sumatera Utara 39,43 ton
- Aceh 36,51 ton
- Sumatera Barat 32,75 ton
- Jawa Timur 19,89 ton
- Nusa Tenggara Timur 19,73 ton