Menurut data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, pertumbuhan produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Utara pada 2025 tercatat 9,96%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 240,6 ton. Sebelumnya menurut rekam jejak enam tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Utara pernah terjadi pada 2017 dengan pertumbuhan sebesar 66,66%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir pertumbuhan turun 1,59%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Volume Ekspor Buah Buahan dan Sayur Sayuran Provinsi DI Yogyakarta Januari 2026)
Menurut publikasi Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, data per 2025, produksi telur itik/itik manila jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 14,3 ribu ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 80,64% dari total seluruh provinsi.
DI Yogyakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah produksi telur itik/itik manila sebanyak 2.805,23 ton. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Provinsi Jawa Timur Ekspor 10,1 Juta Ton Logam tidak Mengandung Besi)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sulawesi Tenggara. Jumlah produksi telur itik/itik manila di provinsi ini dilaporkan 2.239,97 ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi telur itik/itik manila terlihat naik 4,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.134,88 ton.
Berikutnya, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Kalimantan Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1.467,13 ton (turun 3,83%) dan produksi telur itik/itik manila di Sulawesi Tengah naik 5,64% menjadi 1441.8 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila dengan jumlah tertinggi:
- Jawa Barat 65,47 juta ton
- Jawa Timur 46,57 juta ton
- Jawa Tengah 45,83 juta ton
- Banten 18,64 juta ton
- Sumatera Selatan 13,9 juta ton
- Kalimantan Selatan 9,1 juta ton
- Lampung 8,67 juta ton
- Sumatera Barat 4,15 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 3,9 juta ton
- Aceh 2,79 juta ton