Data per 2025, pertumbuhan produksi telur itik/itik manila di Gorontalo tercatat -26,6%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 578,4 ton. Sebelumnya, Gorontalo pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2005 sebesar 169.74%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi produksi telur itik/itik manila terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, total produksi telur itik/itik manila seluruh Indonesia pada 2025 mencapai 17,74 ribu ton.
Produksi telur itik/itik manila tersebut naik 1,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
DI Yogyakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah produksi telur itik/itik manila sebanyak 2.805,23 ton. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berikutnya adalah Sulawesi Tenggara yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila 2.239,97 ton lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini naik 4,92% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- Jawa Barat 65,47 juta ton
- Jawa Timur 46,57 juta ton
- Jawa Tengah 45,83 juta ton
- Banten 18,64 juta ton
- Sumatera Selatan 13,9 juta ton
- Kalimantan Selatan 9,1 juta ton
- Lampung 8,67 juta ton
- Sumatera Barat 4,15 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 3,9 juta ton
- Aceh 2,79 juta ton