Nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air di Sumatera Selatan tercatat US$140,29 juta. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat US$415,9 juta data per 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2016 dengan angka nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air mencapai US$140,29 juta. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi Periode 2013-2024)
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghimpun data nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air di tanah air.
Kalimantan Barat berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jumlah nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air sebanyak US$874,58 juta. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 1,4 juta% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bekasi Menurut Sektor pada 2024)
Berikutnya adalah Papua Barat yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air US$390,58 juta lebih kecil periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air di provinsi ini turun 15,91% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Kep. Riau dengan nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air US$349,54 juta (naik 516,99%), nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air di Sumatera Utara turun 38,85% menjadi US$240,7 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Jawa Barat dengan nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air US$150,86 juta (turun 56,6%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan nilai investasi PMA sektor listrik, gas dan air jumlah tertinggi:
- Kalimantan Barat US$874,58 juta
- Papua Barat US$390,58 juta
- Kep. Riau US$349,54 juta
- Sumatera Utara US$240,7 juta
- Jawa Barat US$150,86 juta
- Sumatera Selatan US$140,29 juta
- Banten US$131,76 juta
- Maluku Utara US$99,12 juta
- Jawa Timur US$75,45 juta
- Riau US$67.493 ribu