Menurut data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di Papua pada Juni 2025 tercatat -93.71%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 1.320 ton. Sebelumnya menurut rekam jejak lima tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Papua pernah terjadi pada Juni 2024 dengan pertumbuhan dengan angka nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi mencapai 210 ton. Sedangkan rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 88,12%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Nilai Ekspor SITC Barang Barang Kayu dan Gabus Provinsi Sulawesi Utara Periode Agustus-Desember 2025)
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi seluruh Indonesia pada Desember 2025 mencapai US$350,21 juta .
Nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi tersebut naik 8,04% dibandingkan bulan sebelumnya.
Urutan pertama adalah Jawa Timur, wilayah ini mencatatkan hingga US$234,52 juta. Provinsi ini mencatatkan peningkatan US$24,28 juta dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
(Baca: Produk Utama yang Diekspor Indonesia ke Arab Saudi. pada 2023)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Banten. Periode yang sama bulan sebelumnya nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di provinsi ini tercatat US$88,95 juta .
Selanjutnya, nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di Sumatera Utara turun 49,68% menjadi US$20,71 juta dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, Nusa Tenggara Timur dengan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi US$10.250 (naik 3.560,71%) dan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di Kalimantan Barat turun 99,93% menjadi US$90 dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi jumlah tertinggi:
- Jawa Timur US$234,52 juta
- Banten US$94,97 juta
- Sumatera Utara US$20,71 juta
- Nusa Tenggara Timur US$10.250
- Kalimantan Barat US$90