Persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Jawa Timur tercatat 31,11% data per 2024. Menurut rekam jejaknya, persentase tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2019 sebesar 37,61% dan untuk rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 0,51%.
Nusa Tenggara Barat berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan sebanyak 41,42%. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 0,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Gorontalo berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan di provinsi ini tumbuh 37,58%. Periode yang sama tahun sebelumnya persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan di provinsi ini tercatat 34,81%.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Kalimantan Timur 199,71 Ribu Jiwa)
Selanjutnya, Jawa Barat dengan persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan 35,74%, persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Kalimantan Selatan tercatat di angka 34,31% dan persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Jawa Tengah tercatat di angka 33,87%
(Baca: Tenaga Kependidikan SD Swasta Perempuan Periode 2017-2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan persentase penduduk perempuan di perdesaan yang mempunyai keluhan kesehatan persentase tertinggi:
- Nusa Tenggara Barat 41,42 %
- Gorontalo 37,58 %
- Jawa Barat 35,74 %
- Kalimantan Selatan 34,31 %
- Jawa Tengah 33,87 %
- Lampung 32,54 %
- Sumatera Barat 32,4 %
- Sumatera Selatan 31,36 %
- Jawa Timur 31,11 %
- Nusa Tenggara Timur 30,17 %