Data per 2025, pertumbuhan garis kemiskinan non makanan perdesaan di Sumatera Utara tumbuh 5,73%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp126,24 ribu per kapita/bulan. Sebelumnya, Sumatera Utara pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2017 sebesar 12,54%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir garis kemiskinan non makanan perdesaan tumbuh dengan angka 5,62%.
Daftar 10 Terbesar:
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data garis kemiskinan non makanan perdesaan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin garis kemiskinan non makanan perdesaan di tanah air.
Papua Pegunungan berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah garis kemiskinan non makanan perdesaan sebanyak 280,81 ribu. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 10,08% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kep. bangka belitung berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, garis kemiskinan non makanan perdesaan di provinsi ini tumbuh 10,55%. Periode yang sama tahun sebelumnya garis kemiskinan non makanan perdesaan di provinsi ini tercatat 239,77 ribu .
Selanjutnya, garis kemiskinan non makanan perdesaan di Kalimantan Timur naik 8,72% menjadi 247,19 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Kalimantan Utara dengan garis kemiskinan non makanan perdesaan 239,22 ribu (naik 7,18%) dan Kep. Riau dengan garis kemiskinan non makanan perdesaan 207,59 ribu (naik 8,6%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan garis kemiskinan non makanan perdesaan jumlah tertinggi:
- Papua Pegunungan 280,81 ribu
- Kep. Bangka Belitung 265,07 ribu
- Kalimantan Timur 247,19 ribu
- Kalimantan Utara 239,22 ribu
- Kep. Riau 207,59 ribu
- Maluku 201,95 ribu
- Papua Barat 198,47 ribu
- Papua Barat Daya 198,18 ribu
- Papua 183,72 ribu
- Bengkulu 179,56 ribu