Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Barat 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Sumatera Barat tahun 2025 mencapai 1.542.109 Rupiah. Dari nilai total tersebut, 821.552 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 720.558 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Secara persentase, porsi pengeluaran makanan mencapai 53,27% dan bukan makanan sebesar 46,73% dari total pengeluaran bulanan masyarakat provinsi ini.
(Baca: Peringatan Dini Cuaca Sumatera Barat: Hujan Lebat Disertai Petir Pagi Ini, Mulai Pukul 05.40 WIB)
Sepanjang 15 tahun periode data sejak 2011, pengeluaran per kapita Sumatera Barat menunjukkan kenaikan konsisten setiap tahun tanpa pernah mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan penambahan nilai total pengeluaran sebesar 81.723 Rupiah dibanding tahun sebelumnya, sementara kenaikan terendah tercatat pada tahun 2019 yang hanya menambah 16.249 Rupiah dari tahun 2018. Tidak ditemukan anomali penurunan dalam seluruh rentang data 10 tahun terakhir.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai pengeluaran total tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 5,26%. Sementara jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, pertumbuhan pengeluaran mencapai 11,18%. Pertumbuhan periode lima tahun terakhir menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan periode tiga tahun terakhir, dengan laju peningkatan pengeluaran yang lebih tinggi secara konsisten.
Untuk urutan nasional tahun 2025, Sumatera Barat berada di peringkat 10 dari seluruh provinsi di Indonesia berdasarkan persentase konsumsi makanan. Sementara untuk persentase konsumsi bukan makanan, provinsi ini menempati urutan 29 secara nasional. Posisi ini menunjukkan bahwa Sumatera Barat masih memiliki porsi pengeluaran makanan yang relatif tinggi dibandingkan mayoritas provinsi lain di Indonesia.
Berdasarkan ranking di wilayah Pulau Sumatera, posisi Sumatera Barat tahun 2025 tetap di peringkat 4 untuk total pengeluaran per kapita, sama seperti tahun sebelumnya. Untuk ranking pengeluaran makanan juga tetap berada di posisi 4, sementara ranking pengeluaran bukan makanan naik satu peringkat dari posisi 6 pada tahun 2024 menjadi posisi 5 pada tahun 2025. Sepanjang periode pengamatan, peringkat wilayah provinsi ini hampir tidak mengalami pergeseran yang signifikan.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.012 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |