Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Papua Barat pada tahun 2025 mencapai 1.705.338 Rupiah. Dari nilai total tersebut, pengeluaran untuk kategori makanan tercatat 878.045 Rupiah, sedangkan pengeluaran untuk kategori bukan makanan mencapai 827.294 Rupiah. Sepanjang 15 tahun data tercatat, nilai pengeluaran total masyarakat menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan kecuali penurunan sedikit terjadi pada tahun 2012 dan 2024 untuk kategori bukan makanan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sungai Penuh | 2010 - 2025)
Pada tahun 2025, persentase pengeluaran masyarakat untuk makanan mencapai 51,49% dari total pengeluaran, sementara persentase untuk bukan makanan berada di angka 48,51%. Ini menunjukkan untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, porsi pengeluaran makanan secara konsisten melebihi pengeluaran bukan makanan di wilayah ini. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai pengeluaran total tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 5,21% dan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan lima tahun sebelumnya.
Secara peringkat nasional, persentase konsumsi makanan Papua Barat pada 2025 berada di urutan 19 dari seluruh provinsi di Indonesia. Untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan, wilayah ini menempati urutan 20 secara nasional. Peringkat ini menunjukkan bahwa porsi belanja masyarakat Papua Barat untuk makanan termasuk tinggi dibanding provinsi lain, sebaliknya porsi belanja bukan makanan termasuk rendah jika dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Deli Serdang 7,69 Persen)
Sepanjang 10 tahun terakhir, kenaikan tertinggi pengeluaran total per kapita terjadi pada tahun 2023 dengan penambahan nilai sebesar 149.749 Rupiah dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan penurunan terendah pernah tercatat pada tahun 2012 dimana nilai pengeluaran total turun sebesar 49.742 Rupiah dari tahun sebelumnya. Tidak ditemukan anomali nilai yang menyimpang jauh dari pola pertumbuhan tahunan yang tercatat selama satu dekade terakhir.
Untuk peringkat di wilayah Pulau Papua, tahun 2025 menempatkan Papua Barat di urutan 4, turun dari posisi 2 pada tahun sebelumnya. Sementara untuk peringkat nilai pengeluaran makanan secara nasional, wilayah ini tetap berada di urutan 2 sama seperti tahun 2024. Sedangkan peringkat pengeluaran bukan makanan masih bertahan di posisi 3, tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun 2024.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | -0.01 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |