Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Jawa Barat tahun 2024 mencapai 1.633.032 Rupiah. Dari nilai total tersebut, sebesar 803.842 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 829.190 Rupiah digunakan untuk pengeluaran bukan makanan. Sepanjang 14 tahun data tercatat, tidak pernah terjadi penurunan tahunan pada nilai absolut pengeluaran total masyarakat provinsi ini, dengan pertumbuhan konsisten setiap periode.
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kabupaten Konawe pada Mei 2026 Sebesar 1,68%)
Secara persentase, alokasi pengeluaran makanan tahun 2024 berada di angka 49,22 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan menempati 50,78 persen dari total pengeluaran. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai pengeluaran total 2024 mengalami kenaikan sebesar 6,15 persen, dan mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat dalam lima tahun terakhir tercatat lebih baik dibandingkan periode tiga tahun sebelumnya.
Kenaikan pengeluaran per kapita tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2017, dimana terjadi peningkatan pengeluaran total sebesar 12,1 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, kenaikan terendah tercatat pada tahun 2021 dengan peningkatan hanya sebesar 3,6 persen dari tahun 2020. Sepanjang periode pengamatan, tidak ditemukan anomali penurunan nilai pengeluaran, seluruh tahun mencatat peningkatan nilai absolut walaupun dengan laju yang berbeda.
Untuk tahun 2024, persentase alokasi konsumsi makanan Jawa Barat berada pada urutan ke-30 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya, hanya terdapat 4 provinsi lain di Indonesia yang memiliki proporsi pengeluaran makanan lebih rendah dibandingkan Jawa Barat pada tahun ini. Sementara itu urutan persentase konsumsi bukan makanan Jawa Barat berada di peringkat ke-8 secara nasional, menunjukkan alokasi untuk kebutuhan non primer masyarakat provinsi ini masuk dalam 10 terbesar nasional.
Berdasarkan ranking di wilayah Pulau Jawa, Jawa Barat tetap menempati urutan ke-4 untuk nilai pengeluaran per kapita total pada tahun 2024, posisi yang sama seperti 11 tahun terakhir sebelumnya. Secara terpisah, peringkat nilai pengeluaran makanan Jawa Barat tetap konsisten di peringkat ke-3 wilayah Pulau Jawa, sementara peringkat pengeluaran bukan makanan tetap bertahan di posisi ke-4 wilayah pulau yang sama hingga tahun 2024.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.975 | -0.16 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |