Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2025

1
Agus Dwi Darmawan 06/07/2026 06:47 WIB
Image Loader
Memuat...
Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2016 - 2025
databoks logo
  • A Small
  • A Medium
  • A Bigger

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat DI Yogyakarta tahun 2025 mencapai 1.843.212 Rupiah. Angka ini naik secara konsisten sepanjang lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan 4,8 persen dibanding tahun 2024, dan tercatat 21,2 persen lebih tinggi dibanding rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir. Dibanding rata-rata lima tahun lalu, pertumbuhan pengeluaran total masyarakat menunjukkan kinerja yang lebih baik, tanpa ada periode penurunan dalam kurun waktu tersebut.

Untuk tahun 2025, warga DI Yogyakarta mengalokasikan 766.284 Rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 1.076.928 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Secara persentase, alokasi pengeluaran makanan mencapai 41,57 persen dari total pengeluaran, sedangkan pengeluaran bukan makanan mendominasi dengan porsi 58,43 persen dari seluruh pengeluaran bulanan masyarakat provinsi ini.

(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kabupaten Majalengka pada Juni 2026 Sebesar 3,51%)

Berdasarkan urutan nasional tahun 2025, persentase konsumsi makanan DI Yogyakarta berada di urutan 36 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya, hanya ada satu provinsi lain di Indonesia yang memiliki porsi pengeluaran makanan lebih kecil dibanding DIY. Sebaliknya, urutan persentase konsumsi bukan makanan DIY berada di peringkat 2 nasional, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu wilayah dengan alokasi belanja non makanan terbesar di seluruh negeri.

(Baca: Cuaca Mojokerto Hari Ini, 05 Juli 2026: Cerah dengan Suhu 24-31 °C)

Sepanjang 10 tahun terakhir, kenaikan pengeluaran total tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan lonjakan sebesar 16,9 persen, sementara penurunan pengeluaran bukan makanan yang pernah terjadi hanya pada tahun 2021 sebagai satu-satunya anomali dalam kurun waktu tersebut. Peringkat pengeluaran DIY di Pulau Jawa juga mengalami peningkatan satu tingkat pada tahun 2025, dari sebelumnya peringkat 3 menjadi peringkat 2 tertinggi di Pulau Jawa.

Sementara itu untuk peringkat jenis pengeluaran tahun 2025, DIY tetap bertahan di peringkat 4 nasional untuk nilai pengeluaran makanan per kapita, serta tetap mempertahankan posisi peringkat 2 nasional untuk nilai pengeluaran bukan makanan. Sepanjang periode pengamatan, fluktuasi yang terjadi hanya terbatas pada perubahan satu sampai dua tingkat peringkat, tanpa ada pergeseran posisi yang drastis baik secara nasional maupun tingkat pulau.

"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."

Market Data

Macro update by
05 July 2026
Macro
Exchange Rates
Commodities
Employment
Name Value %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Economic growth 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.968 -0.06
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Popular Data

Loading...