Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat Daya 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pengeluaran per kapita masyarakat Provinsi Papua Barat Daya tahun 2024. Rata-rata total pengeluaran per kapita per bulan di wilayah ini tercatat sebesar 1.642.730 Rupiah, dimana untuk kebutuhan makanan mencapai 810.863 Rupiah sedangkan kebutuhan bukan makanan mencapai 831.867 Rupiah per orang setiap bulannya. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai total pengeluaran ini mengalami kenaikan, bahkan pertumbuhan tercatat lebih baik dibandingkan rata-rata lima tahun sebelumnya di wilayah ini.
(Baca: Statistik Jumlah Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Secara persentase, pembagian pengeluaran masyarakat Papua Barat Daya tahun 2024 terbagi 49,36 persen untuk kebutuhan makanan dan 50,64 persen untuk kebutuhan bukan makanan. Ini menjadi anomali positif dalam catatan 10 tahun terakhir, dimana untuk pertama kalinya pengeluaran bukan makanan berhasil melebihi porsi pengeluaran makanan di provinsi ini, kondisi yang tidak pernah tercatat pada seluruh periode historis sebelum 2024.
Untuk peringkat tingkat nasional, persentase konsumsi makanan Papua Barat Daya menempati urutan ke 28 dari seluruh provinsi di Indonesia. Sementara itu urutan persentase konsumsi bukan makanan dari provinsi ini menempati posisi 11 secara nasional. Posisi ranking peringkat konsumsi bukan makanan ini mengalami kenaikan 5 tingkat dibandingkan catatan tahun sebelumnya, sedangkan ranking konsumsi makanan turun sedikit 2 tingkat.
(Baca: Jumlah Panjang Jalan Provinsi Tertinggi Ada di DKI Jakarta pada 2024)
Untuk klasifikasi wilayah pulau Papua, Papua Barat Daya menempati urutan ke 3 untuk nilai total pengeluaran per kapita tahun 2024. Peringkat ini masih sama persis dengan catatan tahun sebelumnya, tidak terjadi perubahan posisi dibandingkan provinsi lain di gugusan pulau Papua. Secara terpisah, peringkat pengeluaran makanan berada di posisi 4, sedangkan peringkat pengeluaran bukan makanan justru menempati posisi teratas nomor 1 di seluruh wilayah pulau Papua.
Kenaikan tertinggi pengeluaran masyarakat tercatat pada triwulan IV 2024, sedangkan titik terendah pengeluaran terjadi pada triwulan II tahun yang sama. Fluktuasi yang terjadi sepanjang tahun 2024 ini digambarkan dengan pergerakan nilai yang berubah sebesar 12 sampai 18 persen antar setiap triwulan, dimana peningkatan pada akhir tahun terutama didorong oleh kenaikan pengeluaran bukan makanan masyarakat.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.947 | +0.60 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |