Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Selatan 2025

1
Agus Dwi Darmawan 20/09/2026 16:03 WIB
Image Loader
Memuat...
Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Selatan 2016 - 2025
databoks logo
  • A Small
  • A Medium
  • A Bigger

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Sumatera Selatan tahun 2025 sebesar 1.283.538 Rupiah. Nilai ini mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2024 yang mencapai 1.289.001 Rupiah, namun tetap menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,1 persen dibanding rata-rata tiga tahun terakhir, dan tumbuh 25,7 persen dibanding rata-rata lima tahun sebelumnya. Secara historis selama 15 tahun pengamatan, kenaikan pengeluaran total tertinggi tercatat pada tahun 2012, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2015.

Pada tahun 2025, masyarakat Sumatera Selatan mengalokasikan 691.256 Rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 592.283 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Dari total pengeluaran, persentase alokasi makanan mencapai 53,86 persen, sementara alokasi bukan makanan menempati 46,14 persen dari seluruh pengeluaran bulanan masyarakat. Dibanding rata-rata tiga tahun terakhir, persentase alokasi makanan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,32 poin persen.

(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Tulang Bawang Rp.72,99 Juta Data per 2025)

Untuk urutan persentase konsumsi makanan secara nasional tahun 2025, Sumatera Selatan berada di peringkat 7 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Selatan masih memiliki alokasi belanja makanan yang lebih besar dibandingkan 27 provinsi lainnya di tanah air. Sementara itu untuk persentase konsumsi bukan makanan, Sumatera Selatan berada di urutan 32 nasional, yang berarti hanya satu provinsi di Indonesia yang memiliki alokasi belanja non makanan lebih rendah dibanding wilayah ini.

(Baca: Harga Gas Alam Dunia Naik Menuju Level US$2,91 /Mmbtu (Jumat, 18 September 2026))

Berdasarkan peringkat di wilayah Pulau Sumatera, Sumatera Selatan berada di urutan 9 pada tahun 2025, turun satu peringkat dibanding posisi tahun 2024 yang berada di urutan 8. Secara khusus, peringkat pengeluaran makanan Sumatera Selatan tetap bertahan di posisi 9 wilayah Sumatera, sedangkan peringkat pengeluaran bukan makanan tetap stabil di urutan 8 selama dua tahun terakhir.

Selama 10 tahun terakhir, data menunjukkan fluktuasi alokasi pengeluaran dimana pada periode pandemi tahun 2020 hingga 2022 terjadi peningkatan alokasi makanan secara konsisten, sebelum kembali menyesuaikan pada tahun berikutnya. Tidak ditemukan anomali nilai yang menyimpang jauh dari pola pergerakan tahunan, seluruh perubahan nilai pengeluaran masih berada pada rentang normal pergerakan inflasi dan daya beli masyarakat Sumatera Selatan.

"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."

Market Data

Macro update by
20 September 2026
Macro
Exchange Rates
Commodities
Employment
Name Value %
Inflasi yoy (Agu) 3,19% +0.31
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Economic growth 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.749 -0.09
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Neraca perdagangan (Jul) 121,90 -127.06
Ekspor Migas (Jul) 787,60 -26.07
Impor Migas (Jul) 3,77 -17.33
Ekspor (Jul) 26,22 +2.98
Impor (Jul) 26,09 +0.72
Kunjungan Wisman (Jul) 1,53 +9.99
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Popular Data

Loading...