Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data rata-rata pengeluaran per kapita per bulan Provinsi Lampung tahun 2025 sebesar 1.239.613 Rupiah. Untuk kategori makanan, masyarakat Lampung mengeluarkan rata-rata 663.740 Rupiah per kapita setiap bulannya, sedangkan untuk kategori bukan makanan tercatat sebesar 575.873 Rupiah. Sepanjang 15 tahun data historis tercatat pengeluaran masyarakat Lampung terus mengalami kenaikan setiap tahun, hanya terjadi sedikit penurunan pengeluaran bukan makanan pada tahun 2024 sebelum kembali naik pada tahun 2025.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu | 2004 - 2025)
Pada tahun 2025, porsi pengeluaran untuk makanan mencapai 53,54 persen dari total pengeluaran, sedangkan pengeluaran bukan makanan menempati 46,46 persen. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, total pengeluaran masyarakat Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 2,97 persen, pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang hanya tercatat sebesar 2,12 persen. Kenaikan tertinggi pengeluaran total masyarakat terjadi pada tahun 2023, sedangkan titik terendah pertumbuhan terjadi pada tahun 2024.
Sepanjang sepuluh tahun terakhir, tidak ditemukan anomali pergerakan data pengeluaran. Fluktuasi yang terjadi hanya berupa variasi kenaikan antara 1 persen hingga 11 persen setiap tahun, tanpa terjadi penurunan yang lebih dari 5 persen pada seluruh kategori pengeluaran. Untuk ranking di wilayah Pulau Sumatera, Lampung masih bertahan di peringkat 10 untuk total pengeluaran per kapita, posisi ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Palu Agustus 2026 Mencapai 2,61%)
Untuk urutan persentase konsumsi makanan skala nasional tahun 2025, Lampung berada di peringkat 9 dari seluruh provinsi di Indonesia. Peringkat ini menunjukkan bahwa porsi pengeluaran masyarakat Lampung untuk makanan termasuk lebih besar dibandingkan mayoritas provinsi lain di tanah air. Sementara itu untuk persentase konsumsi bukan makanan, Lampung menempati urutan 30 secara nasional, yang berarti porsi pengeluaran non makanan masyarakat Lampung termasuk salah satu yang terkecil di Indonesia.
Pada tahun 2025, peringkat nilai absolut pengeluaran makanan Lampung berada di posisi 10 wilayah Pulau Sumatera, sedangkan untuk pengeluaran bukan makanan berada di peringkat 9. Sepanjang lima tahun terakhir terlihat pola masyarakat Lampung masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok makanan sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain. Pola ini juga yang membuat pertumbuhan pengeluaran non makanan selalu berada dibawah pertumbuhan pengeluaran makanan setiap tahunnya.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.749 | -0.09 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |