Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Provinsi Lampung tahun 2024. Untuk tahun tersebut, rata-rata total pengeluaran per kapita mencapai 1.201.473 Rupiah per bulan, dengan nilai pengeluaran makanan sebesar 656.937 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 544.537 Rupiah. Secara historis selama 14 tahun data tercatat, nilai pengeluaran total masyarakat Lampung selalu mengalami kenaikan setiap tahun, kecuali pada tahun 2024 ini terjadi sedikit penurunan dibandingkan tahun 2023 sebelumnya.
Secara persentase, tahun 2024 masyarakat Lampung mengalokasikan 54,68% dari total pengeluaran bulanan untuk kebutuhan makanan, sedangkan sisanya 45,32% dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan. Nilai persentase alokasi makanan ini naik dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang berada di angka 52,71%, juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat sebesar 52,98%. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat pada tiga tahun terakhir tercatat lebih baik dibandingkan periode lima tahun sebelumnya, dengan laju kenaikan rata-rata tahunan sebesar 5,2%.
Sepanjang data 10 tahun terakhir, kenaikan tertinggi pengeluaran total masyarakat Lampung terjadi pada tahun 2023 dengan kenaikan sebesar 11,9% dari tahun sebelumnya, sedangkan penurunan terendah dan satu-satunya penurunan terjadi pada tahun 2024. Anomali penurunan pengeluaran tahun 2024 ini utamanya didorong oleh turunnya alokasi pengeluaran bukan makanan sebesar 5,3% dari tahun 2023, sementara pengeluaran makanan masih tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,6% pada tahun yang sama.
(Baca: Statistik Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SMP Swasta Kurang dari S1 Periode 2017-2024)
Untuk urutan nasional tahun 2024, Lampung berada di peringkat ke 8 dari seluruh provinsi di Indonesia berdasarkan besaran persentase alokasi pengeluaran untuk makanan. Sementara itu untuk persentase alokasi pengeluaran bukan makanan, Lampung menempati urutan ke 31 secara nasional. Peringkat ini menunjukkan masyarakat Lampung memiliki alokasi belanja makanan yang relatif tinggi dibandingkan provinsi lain, dan sebaliknya memiliki alokasi belanja bukan makanan yang termasuk paling rendah secara nasional.
Berdasarkan kategori pulau Sumatera, peringkat pengeluaran masyarakat Lampung masih stagnan di urutan ke 10 sepanjang tahun 2024, sama seperti 11 tahun sebelumnya. Secara terpisah, peringkat pengeluaran makanan juga tetap berada di urutan 10 di pulau Sumatera, sedangkan peringkat pengeluaran bukan makanan turun satu peringkat dari urutan 8 tahun 2023 menjadi urutan 9 pada tahun 2024.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.59 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |