Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Kalimantan Timur tahun 2025, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2.117.354 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan secara konsisten selama lima tahun terakhir, setelah hanya terjadi penurunan satu kali pada tahun 2021 akibat guncangan pandemi. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, pengeluaran total masyarakat tahun 2025 naik sebesar 4,1 persen, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat kenaikan sebesar 12,7 persen. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat pada periode ini menunjukkan arah pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Laki-Laki di Perdesaan dengan Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Untuk tahun 2025, pengeluaran per kapita untuk makanan mencapai 956.141 Rupiah, sedangkan untuk kelompok bukan makanan mencapai 1.161.212 Rupiah. Secara persentase, 45,16 persen dari total pengeluaran masyarakat digunakan untuk kebutuhan makanan, dan sisanya sebesar 54,84 persen dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan. Sepanjang sepuluh tahun terakhir, porsi pengeluaran makanan hanya bergerak pada rentang 42,85 persen hingga 47,48 persen, tanpa terjadi pergeseran porsi yang besar.
Berdasarkan urutan nasional tahun 2025, persentase konsumsi makanan Kalimantan Timur berada pada urutan 33 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya hanya dua provinsi lain yang memiliki porsi pengeluaran makanan lebih rendah dibandingkan Kalimantan Timur. Sementara itu untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan, Kalimantan Timur berada pada peringkat 5 nasional, yang menunjukkan alokasi belanja non makanan masyarakat wilayah ini termasuk tertinggi di Indonesia.
Sepanjang data historis sejak 2011, kenaikan tertinggi pengeluaran total per kapita terjadi pada tahun 2013, sedangkan penurunan terendah hanya terjadi satu kali yaitu pada tahun 2021. Satu-satunya anomali pada data 10 tahun terakhir tercatat pada tahun 2021, dimana porsi pengeluaran makanan turun menjadi 42,85 persen sementara porsi bukan makanan melonjak menjadi 57,15 persen pada saat pembatasan aktivitas masyarakat berlaku.
Hingga tahun 2025, Kalimantan Timur tetap mempertahankan peringkat pertama tertinggi pengeluaran per kapita di seluruh wilayah Pulau Kalimantan, posisi ini telah dipertahankan secara terus menerus selama 15 tahun berturut-turut. Untuk kategori pengeluaran makanan dan bukan makanan secara nilai absolut, Kalimantan Timur juga masih menempati peringkat pertama di Pulau Kalimantan pada tahun 2025.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.001 | +0.07 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |