Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kalimantan Tengah mencapai 1.590.691 Rupiah. Angka ini naik secara konsisten selama lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan sebesar 6,05% dibandingkan tahun 2023. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, pengeluaran total masyarakat mengalami pertumbuhan lebih baik, yakni 7,12% lebih tinggi dibanding rata-rata periode 2021-2023, dan 19,8% lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahun terakhir. Kenaikan tertinggi pengeluaran total terjadi pada tahun 2014, sementara titik terendah pertumbuhan tercatat pada tahun 2022.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Nasional Periode 2013-2024)
Dari total pengeluaran tahun 2024, sebesar 52,51% atau 835.243 Rupiah per kapita per bulan dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan sisanya 47,49% senilai 755.448 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Selama 10 tahun terakhir, proporsi pengeluaran makanan menunjukkan fluktuatif dengan pergerakan pada rentang 50% hingga 55%, tanpa terjadi anomali penyimpangan nilai yang melebihi 3 poin persen dari rata-rata periode tersebut.
Untuk urutan persentase konsumsi makanan tingkat nasional tahun 2024, Kalimantan Tengah berada di peringkat 14 dari seluruh provinsi di Indonesia. Peringkat ini turun dibanding tahun 2023 yang berada di urutan 10, menandakan proporsi belanja makanan masyarakat provinsi ini relatif lebih rendah dibandingkan mayoritas provinsi lain di tahun berjalan. Sementara itu urutan persentase konsumsi bukan makanan Kalimantan Tengah tetap berada di peringkat 25 nasional, sama dengan posisi tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Jumlah Korban Menderita dan Mengungsi akibat Bencana Alam Periode 2013-2024)
Berdasarkan ranking antar provinsi di Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah tetap mempertahankan posisi 3 secara umum untuk total pengeluaran per kapita sepanjang tahun 2024, tidak berubah dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Secara khusus untuk pengeluaran makanan, provinsi ini naik satu peringkat menjadi urutan 2 di Pulau Kalimantan, sedangkan untuk pengeluaran bukan makanan tetap bertahan di posisi 3 pulau.
Sepanjang catatan historis data sejak 2011, tidak ditemukan anomali pertumbuhan yang menyimpang secara ekstrem. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat selalu bergerak positif setiap tahun, hanya dengan besaran kenaikan yang sedikit berbeda antar periode. Secara keseluruhan kondisi daya beli masyarakat Kalimantan Tengah menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan selama satu dekade terakhir, baik untuk pemenuhan kebutuhan pokok maupun kebutuhan non makanan.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.809 | +0.59 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |