Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Ambon Bulan Mei Naik 0,51%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi rokok dan tembakau di Kota Ambon pada Mei lalu berada di angka 0,51%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,72%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 1,24% inflasi di Kota Ambon.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Tanah Bumbu untuk Membeli Sayur Matang Rp1.357 per Kapita per Minggu)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kota Ambon berada di level 145,35 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 144,61.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 7,02% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kota Ambon telah mengalami pertumbuhan 1,94% (year to date/ytd).
Subkelompok inflasi ini mengalami peningkatan tertinggi di urutan kedua dibanding sub kelompok penyumbang inflasi lainnya.
(Baca: Penduduk Kota Tasikmalaya Menghabiskan Rp7.944 per Kapita per Minggu untuk Membeli Sayur Matang)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per Mei di Kota Ambon :
- Kelompok rokok dan tembakau 0,51%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 2,13%
- Kelompok makanan 1,27%
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,24%
Dibandingkan dengan 121 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,53% dengan IHK sebesar 124.43 dan terendah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 0,34% dengan IHK sebesar 119,01. Sementara untuk Kota Ambon ini menempati urutan 49.
Inflasi (umum) bulan Maret 2025 di tingkat nasional sebesar 1,65% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,5% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025, telah terjadi inflasi sebesar 3,08% (yoy).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.711 | +0.11 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |