- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan pemetaan International Monetary Fund (IMF) pertumbuhan ekonomi global masih lemah dan tidak merata di semua negara. Bahkan negara-negara pasar ekonomi berkembang (emerging market) diselimuti kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Pada 2016, IMF melihat negara-negara emerging market akan menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Di Asia, ekonomi Cina diperkirakan akan tumbuh 6,3 persen atau lebih rendah dari perkiraan tahun lalu sebesar 6,9 persen. Demikian pula perekonomian lima negara ASEAN, termasuk Indonesia diprediksi tumbuh 4,8 persen, lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 4,9 persen. Bahkan Rusia dan Brasil diprediksi masih akan mengalami resesi.
Hanya India yang menunjukkan kekuatan perekonomiannya dengan perkiraan pertumbuhan tahun ini sebesar 7,5 persen. IMF menyarankan agar pemerintah di negara-negara emerging market membuat kebijakan untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan baru.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |