Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Jayawijaya Bulan April 1,17%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi minuman yang tidak beralkohol di Kabupaten Jayawijaya pada April sebesar 1,17%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,04%. Di antara enam kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 0,7% inflasi daerah.
(Baca: Inflasi Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Tanah Laut Bulan April -0,15%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kabupaten Jayawijaya berada di level 91,53 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 90,47.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah turun 3,07% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kabupaten Jayawijaya telah mengalami pertumbuhan 1,22% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per April 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan keempat di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Pengeluaran Rekreasi, Olahraga dan Budaya di Kabupaten Mukomuko Naik 1,84%)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per April di Kabupaten Jayawijaya :
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,7%
- Kelompok makanan 0,72%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 1,17%
- Kelompok rokok dan tembakau 0,47%
Dibandingkan dengan 122 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,37% dengan IHK sebesar 113.67 dan terendah terjadi di Kabupaten Tanah Laut sebesar 0,92% dengan IHK sebesar 107.35. Sementara untuk Kabupaten Jayawijaya ini menempati urutan 18.
Seperti diumumkan oleh BPS awal bulan ini, inflasi Maret 2025 mencapai 1,65% secara bulanan dan 2,42% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,95%.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.830 | +0.32 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |