Penduduk Kabupaten Lahat Mengeluarkan Rp242 per Kapita per Minggu untuk Membeli Kunyit
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran masyarakat untuk membeli kunyit di Kabupaten Lahat pada 2025 adalah Rp242 per kapita per minggu. Nilai ini melambung dibandingkan dengan pengeluaran tahun sebelumnya yang tercatat Rp240 per kapita per minggu.
(Baca: Statistik Produksi Kembang Kol Periode 2013-2024)
Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut. Konsumsi rumah tangga dibedakan atas konsumsi makanan maupun bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang dan terbatas pada pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga saja, tidak termasuk konsumsi/pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain.
Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan untuk bukan makanan dihitung selama sebulan dan 12 bulan yang lalu. Baik konsumsi makanan maupun bukan makanan selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata-rata per kapita yang disajikan dalam publikasi BPS diperoleh dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.
Menurut BPS, kenaikan pengeluaran ini di dorong oleh angka inflasi bulanan (month to month)di wilayah ini yang mencapai 5,52%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 5,52%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Selatan | 2004 - 2025)
Lima terbesar pengeluaran penduduk untuk kelompok bumbu-bumbuan di Kabupaten Lahat dari urutan tertinggi dibelanjakan untuk kecap Rp818 per kapita per minggu, penyedap masakan/vetsin Rp596 per kapita per minggu, garam Rp547 per kapita per minggu, bumbu racikan Rp363 per kapita per minggu dan terrendah dibelanjakan untuk asam Rp78 per kapita per minggu
Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita di kabupaten ini mencapai Rp1,35 juta per kapita dalam sebulan pada Maret 2025. Jumlah tersebut turun 4,25% dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp1,41 juta per kapita per bulan.
Berdasarkan wilayah, pengeluaran penduduk untuk membeli kunyit tertinggi adalah di Kabupaten Bangka Selatan dan terendah di Kabupaten Nduga. Sedangkan untuk Kabupaten Lahat ini, nominal pengeluaran untuk membeli kunyit berada di urutan 195,5. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita secara nasional untuk membeli kunyit adalah Rp255 per kapita per minggu.
Berikut ini adalah 10 kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita tertinggi untuk membeli kunyit:
- Kabupaten Bangka Selatan Rp904,0
- Kabupaten Katingan Rp731,0
- Kabupaten Halmahera Barat Rp686,0
- Kabupaten Bangka Tengah Rp667,0
- Kabupaten Tana Tidung Rp640,0
- Kabupaten Samosir Rp631,0
- Kabupaten Ketapang Rp627,0
- Kabupaten Pelalawan Rp625,0
- Kabupaten Pulau Morotai Rp621,0
- Kabupaten Kayong Utara Rp616,0
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.670 | +0.35 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |