Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Jayapura, pada 2024 tercatat Rp39,81 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,56% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp37,87 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,17%.
(Baca: Harga Cabai Rawit Merah di Nusa Tenggara Barat Termahal Se-Indonesia (Jumat, 27 Februari 2026))
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 404,35 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp94.667 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 91.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor konstruksi menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor konstruksi. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp9,44 jutajuta. PDRB ini tumbuh 1,39%.
Setelahnya sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 5,52% menjadi Rp7,48 jutajuta, kemudian PDRB sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 6,83% menjadi Rp4,43 jutajuta.
(Baca: Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 1 di Pasar Modern Periode Februari 2025-2026)
Terakhir, PDRB di Kota Jayapura, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp2,38 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 7,04% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,18 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Jayapura pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Jayapura ini adalah sektor konstruksi dengan kontribusi mencapai 19,68%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor real estate.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.