KLHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 259 Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 20 Juni 2025)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 259 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 102 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (20/6/2025) pukul 11.04 WIB. Dari 259 titik panas terdeteksi, 8 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 245 titik skala sedang, dan 6 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Senin, 16 Juni 2025 10:51:02 WIB))
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Aceh sebanyak 81 titik. Sumatera Utara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 43 titik. Sulawesi Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 26 titik panas.
Sebanyak 26 titik panas terdeteksi di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat menyusul dengan 22 titik panas, serta Maluku Utara dan Sulawesi Tengah masing-masing memiliki 17 dan 8 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Minggu, 15 Juni 2025 18:28:23 WIB))