Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lampung Barat semester 2025 sebesar 9,93 persen. Angka ini turun 0,75 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 10,68 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2.200 jiwa menjadi total 31.230 jiwa. Saat ini wilayah ini menempati peringkat 225 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 25,36 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 12,23 persen, sementara kenaikan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 10,66 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser dari peringkat 145 tahun 2004 menjadi 225 tahun 2025.
(Baca: Jumlah Perceraian di Lampung Periode 2019-2024)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 10,59 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 11,26 persen. Artinya angka tahun 2025 ini berada di bawah rata-rata kedua periode tersebut. Penurunan tahun ini juga tercatat lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan tahun sebelumnya.
Kabupaten Lampung Selatan
Berada di peringkat 146 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,05 persen dengan penurunan sedikit sebesar 4,14 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 127.740 jiwa, menjadi yang terbesar diantara kelompok kabupaten perbandingan. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 554,97 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,93 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lampung Tengah
Peringkat 235 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,59 persen dengan penurunan sebesar 7,52 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 127.830 jiwa, hampir sama dengan Lampung Selatan meski persentase kemiskinan lebih rendah. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 68,41 juta rupiah per tahun, tertinggi di kelompok perbandingan, dengan garis kemiskinan sebesar 553,40 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Pesawaran
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Belu | 2004 - 2025)
Menduduki peringkat 176 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 10,93 persen dengan penurunan sebesar 7,84 persen tahun ini. Tercatat 51.090 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Garis kemiskinan sebesar 551,47 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 46,31 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pringsewu
Peringkat 302 nasional, memiliki persentase kemiskinan terendah di kelompok perbandingan yaitu 7,60 persen dengan penurunan sebesar 8,65 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 31.660 jiwa, hampir setara dengan angka Lampung Barat. Wilayah ini memiliki garis kemiskinan tertinggi yaitu 613,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,20 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanggamus
Berada di peringkat 213 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,10 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,75 persen, penurunan terkecil di kelompok ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.560 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 521,48 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 33,52 juta rupiah per tahun, terendah di kelompok perbandingan.
Kabupaten Way Kanan
Menduduki peringkat 240 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,36 persen dengan penurunan terbesar di kelompok ini yaitu 10,26 persen tahun ini. Terdapat 44.170 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan tercatat 501,22 ribu rupiah per kapita per bulan, terendah di kelompok, dengan pendapatan per kapita mencapai 41,73 juta rupiah per tahun.