Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Aceh Selatan. Persentase penduduk miskin pada tahun terakhir tercatat 9,89 persen, turun sebesar 2,13 persen dari tahun sebelumnya dengan penurunan pertumbuhan sebesar 17,72 persen. Jumlah penduduk miskin kini sebanyak 25.390 jiwa, berkurang 5.140 jiwa dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: 15,78% Penduduk di Kabupaten Lampung Utara Masuk Kategori Miskin)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan daerah ini pernah berada pada angka tertinggi 27,56 persen pada tahun 2004. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar juga terjadi pada tahun 2025. Ranking nasional daerah ini saat ini berada di urutan 227 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir daerah ini adalah 11,34 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 12,12 persen. Angka kemiskinan tahun 2025 berada jauh dibawah rata-rata kedua periode tersebut. Selama 21 tahun pencatatan, ranking nasional daerah ini pernah berpindah hingga 138 posisi sejak pertama dicatat.
Kabupaten Bireuen
Berada di ranking 205 secara nasional untuk persentase kemiskinan, daerah ini mencatat angka 10,3 persen dengan penurunan sebesar 14,88 persen pada tahun terakhir. Terdapat 51.600 jiwa penduduk miskin dari total 501.036 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 503,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,65 juta rupiah per tahun.
Kota Langsa
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 266 dengan angka 8,59 persen, mengalami penurunan 16,84 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.280 jiwa dari total 189.570 jiwa penduduk. Garis kemiskinan daerah ini sebesar 554,36 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,41 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Industri Pengolahan Kategori Lapangan Pekerjaan Utama di di Papua Barat | 2025)
Kota Lhokseumawe
Persentase kemiskinan 9,01 persen menempatkan daerah ini di urutan 249 secara nasional, dengan penurunan sebesar 13,70 persen pada tahun terakhir. Dari total 220.834 jiwa penduduk, tercatat 19.900 jiwa tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan sebesar 529,67 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini yaitu 62,54 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Jaya
Berada di ranking 202 nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 10,37 persen dengan penurunan 15,35 persen tahun lalu. Dari 101.270 jiwa penduduk, terdapat 10.500 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan sebesar 542,09 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tamiang
Ranking 180 secara nasional, persentase kemiskinan daerah ini mencapai 10,84 persen dengan penurunan 10,93 persen pada periode terakhir. Terdapat 33.960 jiwa penduduk miskin dari total 313.210 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 590,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,38 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tenggara
Persentase kemiskinan 9,78 persen menempatkan daerah ini di urutan 231 secara nasional, mengalami penurunan terbesar di kelompok ini yaitu 18,43 persen tahun lalu. Dari total 230.210 jiwa penduduk, tercatat 22.520 jiwa tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan sebesar 502,07 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 30,39 juta rupiah per tahun.