Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Aceh Selatan. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 9,89 persen, turun sebesar 17,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 5.140 jiwa, dari 30.530 jiwa menjadi 25.390 jiwa pada periode terakhir.
(Baca: Pengeluaran Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Tanjung Pandan Bulan Juni Naik 0,82%)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 27,56 persen pada tahun 2004. Nilai 9,89 persen tahun 2025 menjadi catatan terendah sepanjang catatan historis data ini. Penurunan paling tajam tercatat pada tahun 2025, sedangkan peningkatan paling besar terjadi tahun 2007 sebesar 0,57 persen.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Aceh Selatan berada di urutan 227 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk persentase kemiskinan tahun 2025. Peringkat ini bergeser sebanyak 59 posisi lebih baik dibandingkan tahun 2023. Catatan peringkat terawal tahun 2004 menempatkan wilayah ini di urutan 89 nasional.
Kabupaten Bireuen
Berada di peringkat 205 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,3 persen dengan penurunan 14,88 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 51.600 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 503,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,65 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 6,53 persen, menjadi tertinggi diantara kelompok kabupaten dengan angka kemiskinan berdekatan.
Kota Langsa
Peringkat 266 nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,59 persen dengan penurunan 16,84 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.280 jiwa, garis kemiskinan sebesar 554,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,41 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan tercatat 3,8 persen, dengan penurunan angka kemiskinan yang lebih dalam dibandingkan Kabupaten Bireuen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bandar Lampung | 2004 - 2025)
Kota Lhokseumawe
Pada peringkat 249 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,01 persen dengan penurunan 13,7 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.900 jiwa, garis kemiskinan sebesar 529,67 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 62,54 juta rupiah per tahun. Nilai pendapatan per kapita ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Aceh Jaya
Berada di peringkat 202 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,37 persen dengan penurunan 15,35 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.500 jiwa, merupakan jumlah terkecil diantara kelompok wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 542,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tamiang
Peringkat 180 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,84 persen dengan penurunan 10,93 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 33.960 jiwa, garis kemiskinan sebesar 590,29 ribu rupiah per kapita per bulan menjadi nilai tertinggi di kelompok ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,38 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 2,58 persen.
Kabupaten Aceh Tenggara
Berada di peringkat 231 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,78 persen dengan penurunan 18,43 persen tahun terakhir. Penurunan ini menjadi paling tajam diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.520 jiwa, garis kemiskinan sebesar 502,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 30,39 juta rupiah per tahun.