Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sintang Turun 10,2% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mencapai 13,16% pada 2025.
Angka tersebut turun 1,95% dari tahun sebelumnya sebesar 15,11%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 10,2%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sintang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sintang yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 13,16% dari total penduduk.
Dibanding 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat, PoU di Kabupaten Sintang ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Pontianak (7,54%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Melawi (19,49%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat pada 2025.
- Kota Pontianak: 7,54%
- Kota Singkawang: 7,55%
- Kabupaten Sekadau: 11,49%
- Kabupaten Ketapang: 11,77%
- Kabupaten Sintang: 13,16%
- Kabupaten Landak: 14,46%
- Kabupaten Kayong Utara: 14,59%
- Kabupaten Mempawah: 14,89%
- Kabupaten Sambas: 14,99%
- Kabupaten Bengkayang: 15,79%
(Baca: 10 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak Dunia 2023, Indonesia Memimpin!)