Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Tanah Datar tahun 2025 mencapai 3,59 persen. Angka ini turun 0,69 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 16,12 persen. Total penduduk miskin tercatat 12.570 jiwa, berkurang 2.430 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Bogor 7,95%)
Dari catatan historis sepanjang 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan di kabupaten ini pernah mencapai nilai tertinggi 7,72 persen pada tahun 2007. Angka terendah sepanjang periode tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 22,94 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2025.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Tanah Datar menempati urutan 488 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan tahun 2025. Peringkat ini terus bergeser sejak tahun 2004 yang semula berada di urutan 368. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada pada angka 4,01 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2025.
Kota Bukit Tinggi
Wilayah ini menempati peringkat 483 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan capaian 3,78 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 7,35 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan penduduk berada pada angka 685,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 98,59 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 5.460 jiwa dengan penurunan sebesar 6,19 persen dari tahun lalu.
Kota Padang
(Baca: Harga Aluminium Naik Menjadi US$3.685 per Ton per Jumat, 29 Mei 2026)
Peringkat 486 secara nasional dicatatkan untuk persentase kemiskinan sebesar 3,63 persen, dengan penurunan 10,59 persen dibanding periode sebelumnya. Garis kemiskinan berada pada angka 767,62 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi yang tertinggi dibanding kelompok wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita penduduk mencapai 92,10 juta rupiah per tahun, dengan total penduduk miskin 37.380 jiwa.
Kota Pariaman
Pada urutan 480 nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,83 persen dan mengalami penurunan 10,09 persen tahun ini. Garis kemiskinan berada di angka 634,30 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk tercatat 73,26 juta rupiah per tahun, dengan total penduduk miskin sebanyak 3.630 jiwa yang mengalami penurunan 9,48 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Sawahlunto
Wilayah ini berada di peringkat 509 nasional dengan persentase kemiskinan 2,72 persen. Berbeda dengan wilayah lain, angka kemiskinan disini mengalami kenaikan sebesar 16,74 persen dibanding tahun lalu. Garis kemiskinan berada pada 545,73 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 78,03 juta rupiah per tahun dengan total penduduk miskin 1.790 jiwa.
Kota Solok
Menempati peringkat 505 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 2,91 persen dengan penurunan 5,21 persen dari tahun sebelumnya. Garis kemiskinan penduduk berada pada angka 593,52 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 72,53 juta rupiah per tahun, dengan total penduduk miskin sebanyak 2.310 jiwa.